- Presiden Prabowo Subianto mengimbau warga Jakarta, Banten, Lampung, dan Selat Sunda tetap waspada terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Pemerintah mengerahkan BNPB, TNI, Polri, dan kementerian terkait untuk siaga penuh memantau situasi serta melindungi masyarakat terdampak.
- BPBD Jawa Barat mengimbau warga memakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan akibat paparan abu vulkanik.
Suara.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengimbau masyarakat, khususnya warga Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Presiden Prabowo meminta masyarakat tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan mematuhi seluruh zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan pihak berwenang.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah,” demikian pesan Presiden Prabowo yang disampaikan lewat akun resmi Instagram.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perkembangan aktivitas gunung api tersebut terus dipantau sejak awal.
Laporan dan informasi terkini diterima dari jajaran pemerintah serta lembaga terkait.
Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Presiden telah memerintahkan BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Seluruh unsur tersebut diminta terus memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan perlindungan dan bantuan bagi masyarakat terdampak dapat diberikan sesuai kebutuhan.
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia," pesan Prabowo.
Warga Diminta Lindungi Diri dari Abu Vulkanik
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan setelah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dari Selat Sunda terdeteksi mencapai wilayah Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali mengingatkan warga untuk menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kurangi aktivitas di luar rumah selama hujan abu berlangsung. Hindari mengemudi jika jarak pandang terganggu,” kata Teten di Bandung, Minggu dikutip dari Antara
Teten juga meminta masyarakat menutup rapat pintu, jendela, serta akses ventilasi rumah.
Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi masuknya partikel abu berukuran halus ke dalam permukiman.
Sementara itu, endapan abu vulkanik yang menempel di halaman maupun atap rumah perlu dibersihkan secara perlahan.
Masyarakat diminta tidak mengibaskan abu agar partikel halus tidak kembali beterbangan dan terhirup.
“Ini agar partikel mikro tersebut tidak kembali beterbangan di udara,” ujarnya.