- Indeks Harga Konsumen Indonesia pada Agustus 2026 naik 0,21 persen MoM dan inflasi tahunan mencapai 3,19 persen YoY.
- Lonjakan inflasi didorong oleh sektor pangan serta kenaikan biaya produksi dan harga komoditas grosir secara global.
- Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 mencatatkan surplus tipis sebesar USD0,1 miliar akibat perlambatan ekspor dan impor.
Pencapaian surplus ini sayangnya diiringi dengan indikasi perlambatan pada kedua sisi, baik ekspor maupun impor. Pertumbuhan impor melambat ke level 27,0 persen YoY pada Juli 2026 dibandingkan 34,3 persen YoY pada bulan Juni. Hal ini sebagian besar didorong oleh normalisasi impor minyak dan gas di tengah meredanya fluktuasi harga minyak global.
Impor barang modal juga terkoreksi ke 17 persen YoY dari sebelumnya 25 persen, yang mengindikasikan mulai menormalisasinya belanja modal fiskal pada paruh kedua 2026. Di sisi lain, laju pertumbuhan ekspor turut melemah menjadi 6,0 persen YoY dari 8,8 persen pada Juni.
Penurunan ini banyak dipengaruhi oleh menyusutnya volume ekspor minyak kelapa sawit, serta melambatnya ekspor hilirisasi nikel dan batu bara yang sejalan dengan melemahnya serapan pasar dari China.
Di tengah rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang bervariasi, pergerakan pasar saham pada awal pekan ini tetap menyajikan sejumlah peluang menarik bagi investor.
Berdasarkan rilis rekomendasi Trading Idea dari BNI Sekuritas untuk perdagangan Senin, 7 September 2026, pelaku pasar disarankan untuk mencermati enam saham potensial berikut:
BUMI (PT Bumi Resources Tbk)
BBNI (PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk)
BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk)
VKTR (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk)
AALI (PT Astra Agro Lestari Tbk)
BWPT (PT Eagle High Plantations Tbk)
Sebagai tambahan referensi silang untuk memperkaya portofolio, redaksi ekonomi Suara.com juga menyarankan agar para pemodal memperhatikan dengan saksama prospek pergerakan emiten-emiten berikut pada sesi perdagangan hari ini:
INET (PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk)
TRIN (PT Perintis Triniti Properti Tbk)
ENRG (PT Energi Mega Persada Tbk)
TINS (PT Timah Tbk)
CUAN (PT Petrindo Semesta Kreasi Tbk)
ESSA (PT ESSA Industries Indonesia Tbk)
ELSA (PT Elnusa Tbk)
Disclaimer: Artikel berita ini menyajikan informasi seputar analisis makroekonomi, prospek pasar, dan rekomendasi pergerakan saham yang dirangkum dari berbagai sumber lembaga sekuritas serta media massa. Keputusan investasi di pasar modal maupun aset kripto sepenuhnya berada di tangan investor. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko kerugian finansial yang mungkin timbul dari keputusan transaksi Anda.