- Marketing kini menjadi bagian inti strategi pertumbuhan perusahaan.
- Data, AI, dan kolaborasi jadi kunci memperluas akses asuransi.
- Di tengah percepatan digitalisasi, strategi tersebut juga semakin ditopang oleh teknologi dan data.
Suara.com - Peran pemasaran di industri jasa keuangan kini mengalami perubahan besar. Fungsi marketing tidak lagi sebatas membangun merek dan menjalankan kampanye, tetapi mulai ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Direktur Bisnis PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo, Budhi Novianto, mengatakan perubahan tersebut membuat fungsi pemasaran dituntut semakin dekat dengan strategi bisnis. Marketing harus mampu memberikan kontribusi yang terukur terhadap pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar meningkatkan tingkat pengenalan merek.
“Kalau melihat dinamika sekarang, peran marketing memang sudah berubah jauh. Kita tidak bisa lagi hanya bicara brand atau kampanye. Ada ekspektasi yang lebih besar: bagaimana marketing benar-benar bisa jadi penggerak pertumbuhan bisnis,” ujar Budhi.
Menurutnya, perubahan tersebut sejalan dengan tren global yang menempatkan fungsi pemasaran sebagai salah satu bagian inti dari strategi pertumbuhan perusahaan. Pemanfaatan data, teknologi, hingga peningkatan pengalaman pelanggan menjadi faktor yang semakin menentukan efektivitas strategi marketing.
“Bahkan dari berbagai studi juga terlihat, perusahaan yang menjadikan marketing sebagai bagian dari strategy growth itu punya peluang lebih besar untuk tumbuh. Jadi memang arahnya ke sana: lebih data-driven, lebih dekat ke customer, dan lebih terukur dampaknya,” lanjutnya.
Bagi industri asuransi dan penjaminan, perubahan strategi pemasaran tersebut menjadi semakin penting karena tantangan yang dihadapi bukan hanya bagaimana menjual produk, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Budhi mengatakan Askrindo melihat kemitraan strategis sebagai salah satu cara untuk memperluas akses tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai dapat menciptakan ekosistem yang memungkinkan produk asuransi dan penjaminan menjangkau masyarakat lebih luas.
“Di Askrindo, kami melihat kolaborasi itu bukan sekadar kerja sama, tapi cara untuk membuka akses. Karena tantangan inklusi asuransi itu tidak bisa diselesaikan sendiri, harus lewat ekosistem,” jelas Budhi.
Di tengah percepatan digitalisasi, strategi tersebut juga semakin ditopang oleh teknologi dan data. Perusahaan kini memiliki peluang lebih besar untuk memahami perilaku serta kebutuhan pelanggan melalui berbagai kanal digital.
Bahkan, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka ruang bagi perusahaan untuk mengolah data pelanggan secara lebih mendalam. Namun, di sisi lain, pemanfaatan teknologi tersebut membuat strategi marketing harus semakin dapat dipertanggungjawabkan dari sisi dampaknya terhadap bisnis.
“Sekarang dengan digital dan AI, kita punya kesempatan untuk benar-benar memahami perilaku customer. Tapi di sisi lain, itu juga jadi tantangan, karena setiap strategi harus bisa dibuktikan impact-nya ke bisnis, bukan hanya awareness,” ujarnya.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya Askrindo memperkuat pemasaran dan komunikasi sebagai elemen integral dalam pengembangan bisnis. Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang asuransi dan penjaminan, Askrindo juga terus mengembangkan digitalisasi layanan serta ekosistem kemitraan untuk memperluas jangkauan produk.
Budhi menilai tantangan ke depan bukan sekadar kemampuan perusahaan untuk mengikuti perubahan teknologi, tetapi memastikan setiap strategi yang dijalankan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan sekaligus memperluas inklusi keuangan.
“Ke depan, tantangannya bukan cuma bagaimana kita adaptif, tapi bagaimana setiap langkah yang kita ambil benar-benar punya kontribusi ke pertumbuhan. Dan di saat yang sama, tetap relevan untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih luas,” tutup Budhi.
Atas kiprahnya dalam mendorong transformasi tersebut, Budhi Novianto meraih penghargaan “Best Chief Marketing Officer 2026 in Encouraging Insurance Inclusion and Education through Strategic Partnerships (General Insurance Category)” dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026.