Meski Bandara Dibuka, Pesawat Tetap Tak Boleh Langsung Terbang

Achmad Fauzi

Senin, 07 September 2026 | 08:55 WIB
Meski Bandara Dibuka, Pesawat Tetap Tak Boleh Langsung Terbang
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Kementerian Perhubungan memantau abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan melakukan paper test setiap 30 menit di bandara.
  • Delapan bandara terdampak ditutup hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB berdasarkan informasi dinamis dari BMKG.
  • Maskapai wajib memeriksa kondisi pesawat secara menyeluruh dari paparan abu vulkanik sebelum kembali beroperasi.

Suara.com - Kementerian Perhubungan hingga kini masih memantau aktivitas dan penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satu langkah yang dilakukan yakni paper test setiap 30 menit di seluruh bandara.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyebaran abu vulkanik, apakah semakin melebar atau justru mulai berkurang.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menjelaskan, ketika kondisi sudah kembali normal dan bandara dinyatakan dapat beroperasi, maskapai tetap harus melakukan pemeriksaan terhadap pesawat sebelum digunakan.

Artinya, pembukaan kembali bandara tidak otomatis membuat seluruh penerbangan dapat langsung berjalan. Pesawat yang akan digunakan harus dipastikan terlebih dahulu terbebas dari paparan abu vulkanik, khususnya pada bagian mesin.

Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, erupsi sebanyak dua kali pada Sabtu sore, menurut informasi yang disiarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). [ANTARA]
Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, erupsi sebanyak dua kali pada Sabtu sore, menurut informasi yang disiarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). [ANTARA]

"Biasanya semua airlines sudah menyiapkan. Kalau ada apa-apa, jika harus menginap, mereka akan tutup mesinnya. Itu pun nanti kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin. Kita pastikan harus dicek dulu sebelum beroperasi untuk keselamatan penerbangan," ujar Menhub Dudy dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Sampai saat ini, delapan bandara yang terdampak penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih ditutup hingga Senin pukul 09.00 WIB. Namun, jika kondisi sudah membaik dan bandara kembali dibuka, pesawat tidak serta-merta bisa langsung beroperasi.

Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pengoperasian kembali bandara yang terdampak abu vulkanik.

Menurut Dudy, pihaknya masih menunggu kepastian kondisi abu vulkanik berdasarkan perkembangan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Karena kondisi cuaca yang dinamis, penutupan delapan bandara terdampak kembali diperpanjang hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB.

baca juga

Untuk Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, penutupan dilakukan berdasarkan NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 yang berlaku hingga pukul 08.59 WIB.

Selain Bandara Soekarno-Hatta, penutupan juga berlaku di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

"Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis. Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan," imbunhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Bandara Termasuk Soetta Masih Ditutup untuk Penerbangan

6 Bandara Termasuk Soetta Masih Ditutup untuk Penerbangan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:31 WIB

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Bandara Kualanamu Dibatalkan

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Bandara Kualanamu Dibatalkan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:11 WIB

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Siapkan Opsi Ubah Jadwal hingga Refund

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Siapkan Opsi Ubah Jadwal hingga Refund

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 07:13 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×