- Gunung Ili Lewotolok erupsi dengan kolom abu setinggi 600 meter.
- PVMBG minta warga jauhi radius 2 km dan sektor selatan-tenggara 3 km.
- Warga diminta waspadai lava, awan panas, dan paparan abu vulkanik.
Suara.com - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Senin (7/9/2026). Aktivitas vulkanik tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat erupsi terjadi pada pukul 11.43 WITA. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu vulkanik yang keluar dari kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Abu tersebut bergerak mengarah ke barat daya dan barat.
Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi Gunung Ili Lewotolok memiliki amplitudo maksimum 40 milimeter (mm) dengan durasi sekitar 32 detik.
Mencermati kondisi tersebut, PVMBG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati kawasan aktivitas gunung.
"Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok," tulis PVMBG dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
PVMBG juga mengingatkan adanya potensi guguran lava serta awan panas yang dapat mengarah ke sejumlah sektor, yakni selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
Ancaman abu vulkanik juga perlu diantisipasi masyarakat. Paparan abu dapat mengganggu aktivitas harian sekaligus meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan iritasi.
Untuk itu, warga di sekitar kawasan terdampak diimbau menggunakan masker sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan pernapasan akut (ISPA) dan iritasi akibat abu vulkanik.
"Serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," tulis PVMBG.