- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat di level 6.649 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,25 triliun pada 8 September 2026.
- CGS International Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi melemah akibat aksi jual asing serta penurunan harga emas dan nikel.
- Sekuritas tersebut memproyeksikan pergerakan pasar bervariasi dan tetap merilis enam saham pilihan dengan rekomendasi beli bagi investor.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada awal perdagangan, Selasa, 8 September 2026. IHSG dibuka menghijau ke level 6.649.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.08 WIB, IHSG masih berada di zona hijau dengan naik 0,45 persen ke level 6.649.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 4,03 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,25 triliun serta frekuensi sebesar 208.520 kali.
Di waktu itu, terdapat 336 saham menghijau, sedangkan, 182 saham merosot. Sisanya, 445 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/16/76043-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg-ilustrasu-idx.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- SOHO
- NATO
- MEDS
- SHID
- NZIA
Top Loser
- LUCY
- BOLA
- UDNG
- RUNS
- KUAS
Proyeksi IHSG
IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan hari ini.
CGS International Sekuritas Indonesia menilai masih berlanjutnya aksi jual investor asing menjadi salah satu sentimen negatif yang berpotensi menekan pergerakan IHSG.
Selain itu, koreksi harga komoditas emas dan nikel juga diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi pasar saham Indonesia.
"Masih berlanjutnya aksi jual investor asing dan terkoreksinya harga emas dan nikel diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar," tulis Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru berpotensi memberikan sentimen positif terhadap IHSG. Kenaikan harga CPO, timah, dan tembaga dinilai dapat menjadi katalis bagi pergerakan indeks.
Dengan kondisi tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Adapun level support IHSG berada di 6.565 dan 6.510, sedangkan level resistance berada di 6.675 dan 6.730.
Di tengah proyeksi pasar yang cenderung melemah, CGS International Sekuritas Indonesia tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk investor.
Enam saham yang masuk dalam rekomendasi Buy yakni:
- HMSP
- INDF
- BTPS
- TAPG
- CMRY
- BUMI