- Xiaomi memperkenalkan ekosistem Human x Car x Home di IFA 2026 Berlin untuk mengoordinasikan berbagai perangkat pintar.
- Perusahaan mengintegrasikan kecerdasan buatan, Xiaomi HyperOS, dan robot humanoid CyberOne guna memahami konteks situasi pengguna secara otomatis.
- Xiaomi menyiapkan investasi riset dan pengembangan global sebesar Rp494,3 triliun untuk periode 2026 hingga 2030.
Suara.com - Kecerdasan buatan (AI) selama ini lebih sering ditemui di layar smartphone, mulai dari membantu mencari informasi hingga mengolah foto.
Xiaomi ingin membawa kemampuan tersebut lebih jauh, dimana AI tidak hanya menjawab perintah, tetapi juga memahami konteks dan mengoordinasikan sejumlah perangkat di dunia nyata.
Gagasan itu diperlihatkan Xiaomi dalam debutnya di IFA 2026 Berlin. Perusahaan menggelar area pameran seluas lebih dari 3.300 meter persegi dan membawa lebih dari 380 produk untuk menunjukkan konsep ekosistem pintar “Human × Car × Home”.
Lewat konsep tersebut, smartphone, mobil, dan perangkat rumah pintar tidak lagi diposisikan sebagai perangkat yang berdiri sendiri. Xiaomi mencoba menghubungkan ketiganya melalui AI dan Xiaomi HyperOS agar dapat bekerja dalam satu rangkaian pengalaman.
Dari Menjawab Perintah ke Memahami Konteks
Perubahan yang ingin ditunjukkan Xiaomi cukup mendasar. AI tidak lagi hanya menunggu pengguna memberikan perintah.
Dalam skenario yang diperlihatkan di IFA, sistem dapat menggunakan informasi kontekstual seperti waktu, lokasi, dan cuaca untuk mengatur sejumlah perangkat.
Contohnya, ketika pengguna sedang dalam perjalanan pulang, sistem dapat menyalakan AC dan mengatur pencahayaan rumah sebelum pengguna tiba.
Begitu sampai, perintah sederhana seperti meminta mencetak foto yang baru diambil dapat diproses oleh beberapa perangkat sekaligus.
- Data dan AI Jadi Senjata Dorong Bisnis
Baca Juga
Dalam skenario lain, pencahayaan, tirai, dan suhu ruangan dapat menyesuaikan ketika pengguna mulai membaca buku.
Bagi Xiaomi, pola tersebut menunjukkan perubahan dari sekadar kontrol perangkat menuju AI yang mampu mengoordinasikan berbagai perangkat berdasarkan situasi pengguna.
Smartphone, Mobil, dan Rumah Mulai Disatukan
Konsep “Human × Car × Home” menjadi fondasi dari pendekatan tersebut. Xiaomi menghubungkan tiga area yang selama ini berkembang secara terpisah: perangkat pribadi, kendaraan pintar, dan smart home.
Di area IFA, konsep ini dibagi melalui tiga zona utama, yakni AI Tomorrow, AI Today, dan Portofolio Produk Human × Car × Home.
AI Tomorrow menampilkan Xiaomi Vision Gran Turismo sebagai gambaran masa depan mobilitas pintar. Sementara AI Today membawa konsep tersebut ke skenario yang lebih dekat dengan keseharian melalui Xiaomi SU7 Max dan simulasi rumah.