Bisnis Maskapai Lumpuh, Erupsi Anak Krakatau Bikin Rugi Rp19 Miliar

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 08 September 2026 | 12:24 WIB
Bisnis Maskapai Lumpuh, Erupsi Anak Krakatau Bikin Rugi Rp19 Miliar
Deretan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang dibatalkan setelah adanya penutupan bandara imbas erupsi anak gunung krakatau. [Dokumentasi Kemenhub].
baca 10 detik
  • INACA memproyeksikan kerugian industri penerbangan mencapai Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Erupsi tersebut menyebabkan abu vulkanik yang melumpuhkan aktivitas penerbangan serta mengganggu operasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II.
  • Maskapai melakukan mitigasi berupa pengalihan jalur terbang, koordinasi dengan instansi terkait, serta penyediaan opsi pengembalian dana bagi penumpang.

Suara.com - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) memproyeksikan potensi kerugian industri penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari.

Estimasi kerugian ini imbas penyebaran abu vulkanik memicu Volcanic Ash Advisory (VAA) di wilayah ruang udara (Flight Information Region/FIR) Jakarta. Sehingga, memicu lumpuhnya aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Radin Inten II Lampung (TKG).

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto menjelaskan bahwa dampak operasional langsung akibat abu vulkanik meliputi pembatalan, penundaan (delay), hingga pengalihan rute (divert).

Jika status gunung berada pada Level III (Siaga) dengan kode warna penerbangan Orange, sekitar 15–25 persen penerbangan dari CGK dan 40–60 persen penerbangan dari TKG berpotensi terganggu setiap hari.

"Kerugian maskapai saat IROP abu vulkanik itu 'double': pendapatan hilang dan biaya naik," ujar Bayu saat dihubungi Suara.com pada Selasa (8/9/2026). 

Ilustrasi - Sejumlah pesawat terparkir di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M
Ilustrasi - Sejumlah pesawat terparkir di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M

Ia memaparkan, rincian potensi kerugian harian tersebut mencakup hilangnya pendapatan akibat pembatalan 30–50 penerbangan sebesar Rp8 miliar hingga Rp15 miliar, biaya operasional tambahan sebesar Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar, serta kompensasi layanan penumpang sebesar Rp500 juta hingga Rp1,2 miliar.

Jika gangguan berlangsung hingga satu pekan, total kerugian diperkirakan mencapai Rp70 miliar hingga Rp130 miliar.

Bayu menambahkan, pembatalan penerbangan menjadi pemicu kerugian terbesar bagi industri penerbangan.

"Pendapatan Hilang karena Cancel jauh lebih besar no-show. Ini  (menyumbang) 50-60 persen persen dari total kerugian. Kursi yang sudah terjual tapi tidak terbang membuat revenue langsung hangus. Refund juga bikin cashflow keluar," kata Bayu.

baca juga

Selain kehilangan pendapatan, maskapai harus menanggung biaya pemeliharaan mesin (borescope check) yang berkisar antara 20.000 dolar AS hingga 50.000 dolar AS per mesin setelah pesawat melintasi area yang terpapar abu vulkanik.

Untuk meminimalkan dampak operasional, maskapai penerbangan melakukan sejumlah tindakan mitigasi, seperti pengalihan jalur terbang melalui utara Jawa, koordinasi berkala bersama AirNav dan BMKG, pengisian bahan bakar cadangan (tankering fuel) di bandara yang aman, serta penyediaan opsi pengembalian dana (refund) penuh dan penjadwalan ulang bagi penumpang.

Mengingat posisi Bandara Soekarno-Hatta sebagai pusat penghubung (hub) penerbangan nasional, gangguan operasional di kawasan tersebut berpotensi mempengaruhi hingga 40 persen jaringan penerbangan domestik.

Guna menjaga kelancaran transportasi udara, INACA merekomendasikan perpanjangan jam operasional bandara alternatif serta relaksasi slot penerbangan bagi maskapai terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelita Air Mulai Layani Penerbangan dari ke Jakarta

Pelita Air Mulai Layani Penerbangan dari ke Jakarta

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:08 WIB

Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan

Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 05:58 WIB

Langit Sekitar Jakarta-Lampung Masih Bahaya untuk Penerbangan

Langit Sekitar Jakarta-Lampung Masih Bahaya untuk Penerbangan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 13:12 WIB

Terkini

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

×