Rupiah Ngamuk, Dolar AS Tertekan ke Level Rp17.615

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 08 September 2026 | 09:51 WIB
Rupiah Ngamuk, Dolar AS Tertekan ke Level Rp17.615
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 25 poin ke level Rp17.615 pada Selasa 8 September.
  • Analis menyatakan penguatan rupiah terjadi karena absennya data ekonomi penting di Amerika Serikat.
  • Mayoritas mata uang Asia turut mengalami penguatan, dipimpin oleh yen Jepang sebesar 0,90 persen.

Suara.com - Pergerakan rupiah di pasar keuangan hari ini melanjutkan kinerja positif. Mata uang Garuda terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Selasa 8 September dibuka ke level Rp17.615 per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka ini menguat 25 poin atau turun 0,14 persen hari sebelumnya yang ada di Rp17.640  per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pemguatan ini dikarenakan belum ada data ekonomi penting di Amerika Serikat.

"Rupiah berkonsolidasi terhadap dolar AS di tengah absennya data ekonomi penting baik dari internal maupun eksternal hari ini," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia pun mewaspadai sentimen global di Timur Tengah. Sebab, bisa menaikkan harga minyak dunia di tengah gejolak politik Iran dan Amerika Serikat.

Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]
Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]

Walau rupiah mungkin didukung oleh indeks dolar yang terpantau terkoreksi, namun harga minyak mentah dunia yang masih naik oleh eskalasi di Timur Tengah membebani. Jadi kemungkinan range rupiah bergerak Rp17.600-Rp17.700," jelasnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia cenderung menguat. Rinciannya, yen Jepang paling kuat di Asia dengan naik 0,90 persen. Disusul oleh won Korea Selatan yang menanjak 0,60 persen.

Diikuti oleh dolar peso Filipina naik 0,21 persen. Lalu ada dolar Taiwan menguat 0,19 persen dan baht Thailand juga naik 0,18 persen.

baca juga

Selain itu, dolar Singapura juga terkerek naik 0,12 persen dan yuan China naik 0,09 persen. Sedangkan ringgit Malaysia menjadi mata uang Asia Tenggara yang melemah 0,03 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Rupiah Makin Perkasa, Ditutup ke Rp17.748 per Dolar AS

Rupiah Makin Perkasa, Ditutup ke Rp17.748 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819

Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Terkini

9 Rekomendasi Sunscreen Lokal yang Tidak Bikin Sumuk saat Cuaca Panas Lembap

9 Rekomendasi Sunscreen Lokal yang Tidak Bikin Sumuk saat Cuaca Panas Lembap

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Opsi Air Purifier AZKO Mulai Rp 300 Ribuan: Solusi Udara Bersih dan Segar Tanpa Bikin Kantong Jebol

Opsi Air Purifier AZKO Mulai Rp 300 Ribuan: Solusi Udara Bersih dan Segar Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Menuju Honda Bikers Day 2026, Menikmati Alam Jateng di atas Honda ADV160

Menuju Honda Bikers Day 2026, Menikmati Alam Jateng di atas Honda ADV160

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Investor Pasar Modal NTT Tembus 292 Ribu, Anak Muda Mendominasi

Investor Pasar Modal NTT Tembus 292 Ribu, Anak Muda Mendominasi

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:25 WIB

Bebas Iritasi! 4 Brightening Toner Lokal Tanpa Alkohol untuk Kulit Cerah

Bebas Iritasi! 4 Brightening Toner Lokal Tanpa Alkohol untuk Kulit Cerah

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Alarm Darurat Krisis Iklim yang Kian Mengimpit Rakyat

Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Alarm Darurat Krisis Iklim yang Kian Mengimpit Rakyat

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:12 WIB

Urutan Skincare Malam Wondermis Milik Nagita Slavina untuk Atasi Noda Hitam Wajah

Urutan Skincare Malam Wondermis Milik Nagita Slavina untuk Atasi Noda Hitam Wajah

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Massa Demo di Patung Kuda Tuntut Prabowo Stop MBG, Dananya Kasih ke Korban Karhutla!

Massa Demo di Patung Kuda Tuntut Prabowo Stop MBG, Dananya Kasih ke Korban Karhutla!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Sirkus Istana: Saat Pemimpin Negara Kehilangan Esensi Gaya Kepresidenan

Sirkus Istana: Saat Pemimpin Negara Kehilangan Esensi Gaya Kepresidenan

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Ketika Kendaraan Listrik Melesat Lebih Cepat daripada Ekosistemnya

Ketika Kendaraan Listrik Melesat Lebih Cepat daripada Ekosistemnya

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:43 WIB

×