- Haji Isam menawar 62 persen saham PT Bayan Resources milik Low Tuck Kwong senilai 3 miliar dolar AS.
- Tawaran tersebut bernilai sangat murah karena mencakup diskon hingga 80 persen dari nilai kapitalisasi pasar perusahaan.
- Keluarga Low berpotensi melepas saham akibat terbatasnya porsi publik serta tekanan transisi energi dan pembatasan produksi batu bara.
Suara.com - Konglomerat asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad - yang akrab disapa Haji Isam - dikabarkan meminta taipan Low Tuck Kwong dan puterinya Elaine Low untuk menyerahkan raksasa bisnis batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan harga murah.
Haji Isam, yang dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, menawarkan 3 miliar dolar Amerika Serikat tunai kepada Low dan puterinya untuk membeli 62 persen saham BYAN.
Harga ini sangat murah, jauh di bawah harga pasar. Saat ini nilai kapitalisasi pasar BYAN di Bursa Efek Indonesia adalah sekitar 26 miliar dolar AS, sementara dengan tawaran Haji Isam nilai total BYAN hanya sekitar 4.8 miliar dolar AS.
Dengan kata lain Haji Isam meminta diskon hingga 80 persen untuk menguasai salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia tersebut.
Meski demikian, menurut Bloomberg, saham keluarga Low di BYAN sejak lama diperkirakan akan dilepas dengan harga murah. Ada dua alasan dalam hal ini.
Pertama, porsi saham publik (free float) yang relatif terbatas pada akhirnya akan memaksa Low untuk melepas sebagian saham sesuai tuntutan regulator. Tingginya harga BYAN saat ini, sekitar Rp13.775 per lembar, disebabkan karena pemegang saham terkonsentrasi di keluarga Low.
Kedua industri tambang batu bara saat ini dibayangi prospek moderat, seiring transisi ke arah energi bersih. Selain itu di dalam negeri industri batu bara sedang tertekan karena pemerintah membatasi kuota produksi.
Saat ini kabarnya Haji Isam dan keluarga Low sedang bernegosiasi. BYAN sendiri belum memberikan keterangan resmi, demikian juga kubu Haji Isam.
- Mengapa Haji Isam Getol Akuisisi?
Baca Juga