- Pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno pada Minggu dini hari.
- Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat membagikan pesan perpisahan dan jadwal unggahan di akun media sosial miliknya.
- Kapolsek Tanah Abang membenarkan penemuan jenazah tersebut setelah saksi menerima sinyal SOS dan melapor kepada petugas keamanan.
Suara.com - Pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026) dini hari.
Sebelum ditemukan meninggal, Fajar sempat mengunggah pesan perpisahan di akun X miliknya, FajarDawnVirgo.
Dalam unggahannya, Fajar menyampaikan ucapan terima kasih kepada teman-temannya, permintaan maaf, serta harapannya agar dunia menjadi tempat yang lebih ramah bagi mereka yang lemah.
“Kalau kalian baca ini kemungkinan besar aku telah pergi ke tempat yang paling jauh dan tidak akan bisa kembali lagi,” tulisnya, dikutip Rabu (9/9/2026).
“Sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada teman-temanku yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama ini, tanpa kalian mungkin hidupku akan jauh lebih singkat daripada ini,” imbuhnya.
Fajar juga menyampaikan, jika postingan itu bis terunggah karena telah dijadwalkan dan tidak akan ada yang mengelola akunnya setelah postingan terakhir yang diunggah pukul 23.00 WIB pada 5 September 2026.
Penemuan jenazah Fajar, dibenarkan oleh Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo. Jasad Fajar saat itu ditemukan di wilayah GBK, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus).
“Iya benar,” kata Dhimas saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Dhimas menuturkan, temuan jenazah ini bermula dari unggahan yang diterima seorang saksi mendapat kiriman SOS melalui aplikasi terkait lokasi terakhir korban.
“Berawal saksi 1 saat sedang berada di GBK membaca unggahan korban di Instagram bahwa korban mau bunuh diri, setelah membaca, kemudian saksi 1 (teman korban) mendapat kiriman SOS melalui aplikasi atau Fitur Jam terkait lokasi korban,” jelasnya.
Mendapat informasi tersebut, pihaknya melakukan pencarian bersama petugas keamanan GBK.
Fajar kemudian ditemukan di area Plaza Utara dekat pintu 10 dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Saksi 1 mencoba mencari sendiri, akan tetapi tidak menemukan korban selanjutnya saksi 1 melapor kepada petugas security (saksi 2) yang bertugas di pintu 5. Selanjutnya saksi 2 bersama saksi 1 mencari posisi korban sesuai titik terakhir korban (kiriman SOS) disekitaran GBK namun korban tidak ditemukan,” bebernya.
“Selanjutnya saksi 2 minta bantuan dan melaporkan atas unggahan tersebut kepada saksi 3 (security) untuk mencari korban, saksi 3 kemudian mencari korban di sekitaran GBK dan tidak lama kemudian saksi 3 menemukan korban tergeletak dengan posisi terlentang didekat pohon di pintu 10 dalam plaza utara,” tambah Dhimas.
Jenazah kemudian sempat dilakukan autopsi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo guna mengetahui penyebab kematian.