Naik 2 Kali Lipat, Ekspor UMKM Tembus USD333 Juta Hingga Juli

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 09 September 2026 | 19:14 WIB
Naik 2 Kali Lipat, Ekspor UMKM Tembus USD333 Juta Hingga Juli
Menteri Perdagangan Budi Susanto (Tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Mendag Budi Santoso menyampaikan nilai transaksi program UMKM Bisa Ekspor mencapai 333 juta dolar AS pada Januari hingga Juli 2026 di Jakarta.
  • Kementerian Perdagangan memfasilitasi 46 perwakilan di 33 negara untuk mempertemukan pelaku UMKM pemula dengan calon pembeli luar negeri secara daring.
  • Peserta program harus menjaga kualitas serta kesinambungan produk karena sebagian besar pelaku usaha tersebut belum memiliki pengalaman ekspor sebelumnya.

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai transaksi usaha ke luar negeri melalui program UMKM Bisa Ekspor mencapai 333 juta dolar AS sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian transaksi program UMKM Bisa Ekspor sepanjang 2025 yang sebesar 134,8 juta dolar AS.

"Nah, tahun lalu transaksinya itu mencapai 134,8 juta US dolar setahun. Nah sekarang, Januari-Juli, itu sudah mencapai 333 juta US dolar," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Program UMKM Bisa Ekspor merupakan salah satu program Kementerian Perdagangan yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari luar negeri.

Dalam pelaksanaannya, pelaku usaha dapat mempresentasikan produk secara daring kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Selanjutnya, perwakilan tersebut membantu mencari calon buyer yang sesuai.

Foto udara truk mengangkut peti kemas melintas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
Ilustrasi ekspor dan impor. [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]

Kemendag saat ini memiliki 46 perwakilan perdagangan yang terdiri dari Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.

"Nah, Bapak Ibu nanti tinggal presentasi, mempresentasikan produknya, semua dengan cara online. Nah setelah itu, perwakilan kita mencarikan buyer," jelas Budi.

Setelah calon pembeli ditemukan, pelaku UMKM kemudian dapat melakukan presentasi langsung kepada buyer. Perwakilan perdagangan Indonesia juga membantu pendampingan komunikasi apabila terdapat kendala bahasa.

"Setelah perwakilan dapat buyer, Bapak Ibu presentasi lagi langsung ke buyernya. Jadi kalau misal buyernya dari Taiwan, dari Jepang, pakai bahasa mereka, ya Bapak Ibu nggak usah khawatir, karena nanti akan diterjemahkan oleh teman-teman kita yang mendampingi," tuturnya.

baca juga

Budi juga mengungkapkan sebagian besar peserta program UMKM Bisa Ekspor belum memiliki pengalaman menjual produknya ke pasar internasional.

Menurut dia, sekitar 70 persen peserta program tersebut sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.

"Dan semuanya yang ikut UMKM Bisa Ekspor ini rata-rata 70 persen belum pernah ekspor. Jadi Bapak Ibu nggak usah khawatir. Kalau belum pernah ekspor itu bisa aja ekspor," katanya.

Meski demikian, Budi mengatakan pelaku UMKM yang ingin masuk ke pasar ekspor perlu memperhatikan kualitas produk dan kemampuan memenuhi permintaan secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan terdapat pelaku usaha yang telah mendapatkan buyer, tetapi menghadapi kendala kapasitas produksi ketika permintaan datang dalam jumlah besar.

"Kalau belum pernah ekspor itu bisa aja ekspor, tetapi yang pertama syaratnya kualitasnya bagus, kemudian juga continuous product-nya. Produknya harus terus berkelanjutan," pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKS Akan Atur Harga Komoditas Ekspor RI, Tak Lagi Dikendalikan Asing

BMKS Akan Atur Harga Komoditas Ekspor RI, Tak Lagi Dikendalikan Asing

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 16:24 WIB

UMKM Makin Bergantung AI, Risiko Data Seller dan Buyer Mengintai

UMKM Makin Bergantung AI, Risiko Data Seller dan Buyer Mengintai

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 15:22 WIB

Wamenekraf Dorong UMKM Lokal Perluas Akses ke Pasar Premium Lewat The Local Market ID

Wamenekraf Dorong UMKM Lokal Perluas Akses ke Pasar Premium Lewat The Local Market ID

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×