Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Dicky Prastya

Kamis, 10 September 2026 | 17:04 WIB
Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos
Ilustrasi bansos atau bantuan sosial. (Pexels)
baca 10 detik
  • CORE Indonesia mendesak pemerintah menunda penggunaan DTSEN sebagai acuan bansos pada Kamis, 10 September 2026.
  • Tingginya tingkat kesalahan data menyebabkan warga berhak tidak menerima bantuan serta salah sasaran.
  • CORE Indonesia menyarankan BPS membuka metodologi penentuan desil dan memperbaiki validasi data secara transparan.

Suara.com - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mendesak pemerintah untuk menunda penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan dalam pencabutan maupun penyaluran bantuan sosial (bansos).

Tim Kajian Strategis CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengungkapkan bahwa perbaikan data perlu dilakukan sebelum DTSEN dijadikan acuan tunggal karena potensi error yang dihasilkan masih cukup tinggi.

"Kalau dalam jangka pendek, kami kira wacana untuk kemudian mencabut ya, bantuan berbasis desil itu perlu ditunda, gitu sampai dengan kemudian datanya itu sudah diperbaiki ataupun lebih clear," ujar Yusuf Rendy dalam diskusi di kantor CORE Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Yusuf membeberkan kalau berdasarkan olahan data Susenas, angka exclusion error—yakni warga yang berhak namun tidak menerima bantuan—masih mendominasi program-program utama pemerintah.

Sementara itu, tingkat inclusion error atau warga yang tak perlu menerima bantuan Pemerintah, di seluruh program berada pada kisaran 36 hingga 46 persen.

"Hampir sekitar 70% ya, exclusion error itu terjadi pada tiga dari empat program utama bantuan pemerintah. Misalnya program PKH atau Program Keluarga Harapan yang dia itu berafiliasi dengan bantuan sosial, bansos, kemudian juga ada BPNT, Bantuan Pangan Non Tunai, lalu juga PIP ya, Program Indonesia Pintar," paparnya. 

Tim Kajian Strategis CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet dalam diskusi yang digelar di Kantor CORE Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Tim Kajian Strategis CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet dalam diskusi yang digelar di Kantor CORE Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Sementara itu Tim Kajian Strategis CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli menyoroti masalah integrasi data BPS yang dijadikan dasar pembentukan DTSEN sejak Februari 2025 lalu. 

Menurut Dipo, penggabungan data tersebut bermasalah karena minimnya proses validasi awal.

"Kalau kita melihat, masalah utamanya sebenarnya bukan di metodologi penggabungan data. Masalahnya itu adalah ketika ini sudah digabungkan, seharusnya ada validasi dan verifikasi. Dan itu yang tidak dilakukan oleh BPS," tegas Dipo.

baca juga

Dipo menambahkan bahwa langkah pemutakhiran data oleh BPS terkesan lambat dan baru berjalan responsif setelah polemik data meluas di masyarakat.

"Nah, si validasi dan verifikasi itu baru dilakukan di tahun ini ketika viral, itu masalahnya. Ya kan? Jadi, BPS itu dia bikin aplikasi bisa update sendiri, pemutakhiran sendiri, itu baru bisa di tahun ini. Sebenarnya tahun lalu bisa juga, tapi kenapa baru sekarang, gitu loh," tambah Dipo.

Atas kondisi tersebut, CORE Indonesia juga menyarankan agar BPS membuka metodologi penentuan desil kepada publik secara transparan, serta mendorong pemerintah agar lebih proaktif dalam melakukan perbaikan data tanpa harus menunggu aduan dari warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Saja Bisa Jadi Agen Perlinsos, Pendaftaran Bisa Pakai Face Recognition

Siapa Saja Bisa Jadi Agen Perlinsos, Pendaftaran Bisa Pakai Face Recognition

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:59 WIB

Pemerintah Rencana Buka Rekening untuk Semua Warga, DPR Soroti Data Penduduk: Semua Sudah Terekam?

Pemerintah Rencana Buka Rekening untuk Semua Warga, DPR Soroti Data Penduduk: Semua Sudah Terekam?

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:52 WIB

Prabowo Minta Bansos Langsung Masuk ke Rekening, Luhut Justru Khawatir Dipakai Judol

Prabowo Minta Bansos Langsung Masuk ke Rekening, Luhut Justru Khawatir Dipakai Judol

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 14:38 WIB

Luhut Ungkap Skema Baru Bansos yang Tak Lagi Pakai Uang Tunai

Luhut Ungkap Skema Baru Bansos yang Tak Lagi Pakai Uang Tunai

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:30 WIB

Tekan Salah Sasaran Bansos, Pemerintah Rilis Perlinsos Berbasis AI pada Oktober

Tekan Salah Sasaran Bansos, Pemerintah Rilis Perlinsos Berbasis AI pada Oktober

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:41 WIB

Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?

Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 19:27 WIB

Terkini

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:03 WIB

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 20:00 WIB

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:53 WIB

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 19:46 WIB

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:32 WIB

×