Teknologi AI Tak Hilangkan Lapangan Kerja, Justru Perkuat Peran Tenaga Kerja

Dicky Prastya

Jum'at, 18 September 2026 | 08:30 WIB
Teknologi AI Tak Hilangkan Lapangan Kerja, Justru Perkuat Peran Tenaga Kerja
Ilustrasi Pekerja Pabrik (Unsplash/gieling)
baca 10 detik
  • Pemerintah menekankan pentingnya kebijakan *People-Centric AI* untuk menghadapi perubahan kompetensi kerja.
  • Sejumlah pimpinan perusahaan menyatakan bahwa penerapan kecerdasan artifisial menuntut transformasi alur kerja serta peningkatan kapasitas tenaga kerja.
  • Para praktisi industri menilai bahwa digitalisasi harus disertai tata kelola yang baik untuk mengukur produktivitas secara nyata.

Suara.com - Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) membawa perubahan besar dalam cara organisasi bekerja, mengelola talenta, dan meningkatkan produktivitas.

Namun pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya berorientasi pada kecepatan dan efisiensi. Kesiapan manusia, kepemimpinan, budaya organisasi, serta kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar transformasi digital menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya kebijakan yang berpusat pada manusia dalam memperkuat daya saing nasional. Ia menilai perubahan teknologi dan AI membawa konsekuensi terhadap struktur pekerjaan sekaligus kebutuhan kompetensi tenaga kerja.

Oleh karena itu, penerapan AI perlu dibarengi strategi pengembangan manusia lewat empat prinsip People-Centric AI yakni memperkuat kemampuan manusia, melibatkan pekerja dalam proses transformasi, menjaga kendali manusia, serta mempersiapkan pekerja menghadapi perubahan.

"Pendekatan tersebut menempatkan AI sebagai teknologi yang memperkuat manusia. Sebab, perubahan yang terjadi di dunia kerja tidak selalu berarti hilangnya pekerjaan, tetapi juga munculnya cara kerja dan tuntutan kompetensi baru. Rather than simply replacing job, AI is reshaping them in fundamentally different ways,” ujar Yassierli dikutip Jumat (18/9/2026).

Sementara itu CHRO Bridgestone Asia Pacific, Paul Choo menjelaskan, AI dapat menjadi enabler untuk mendesain ulang pekerjaan dan organisasi. Makanya transformasi perlu mencakup peningkatan kapasitas tenaga kerja, transformasi fungsi HR, desain ulang pekerjaan dan alur kerja, serta perubahan budaya dan kepemimpinan.

“AI tidak sekadar mengubah pekerjaan. AI mengubah bagaimana alur kerja berjalan di dalam organisasi. Anda perlu merancang ulang alur kerja dengan mengintegrasikan peran manusia dan AI,” kata Paul.

Managing Director HC Danantara Aset Manajemen, Agus Dwi Handaya kemudian memperkenalkan pendekatan PeopleMath untuk melihat kinerja manusia secara lebih menyeluruh.

Menurut dia, pengukuran kinerja tidak cukup hanya berfokus pada angka, tetapi juga perlu memperhatikan pertumbuhan manusia dan nilai yang diwariskan dalam organisasi.

baca juga

“Angka menunjukkan apa yang kita capai, manusia yang bertumbuh menunjukkan apa yang kita wariskan,” ujarnya.

Sementara itu, Jonathan Tahir selaku President Commissioner Mayapada Healthcare menyoroti praktik terbaik dari luar negeri tidak selalu dapat diterapkan secara langsung. Sebab organisasi perlu menyesuaikan standar global dengan konteks lokal agar menghasilkan daya tahan dan kapasitas yang relevan.

Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK), Sutanto Hartono menekankan pentingnya membangun pola pikir tangguh dan budaya kerja berbasis hasil.

Menurutnya, implementasi AI perlu diarahkan untuk meningkatkan kinerja sekaligus mendorong pemimpin dan pekerja bertransformasi bersama teknologi.

Di sisi lain CEO & CTO GDP LABS On Lee mengungkapkan bahwa digitalisasi perlu menghasilkan dampak produktivitas yang dapat diukur. Untuk itu penting memberdayakan pekerja, mempertahankan kendali manusia, menerapkan tata kelola AI, membangun keterampilan dan kepercayaan, serta mengukur nilai nyata dari penerapan teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

AI Makin Dipakai Cari Informasi, Tapi Benarkah Hasilnya Bisa Dipercaya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 20:42 WIB

AI Mulai Dipakai Pemerintah, Wamenkomdigi Tekankan Pentingnya Jaga Kepercayaan Publik

AI Mulai Dipakai Pemerintah, Wamenkomdigi Tekankan Pentingnya Jaga Kepercayaan Publik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 19:54 WIB

AI Bikin Hoaks Makin Meyakinkan, Nezar Patria: Batas Realitas Jadi Kabur

AI Bikin Hoaks Makin Meyakinkan, Nezar Patria: Batas Realitas Jadi Kabur

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 19:53 WIB

Komdigi Siapkan AI Talent Factory, Mahasiswa Tak Cuma Disiapkan Jadi Pengguna

Komdigi Siapkan AI Talent Factory, Mahasiswa Tak Cuma Disiapkan Jadi Pengguna

News | Jum'at, 18 September 2026 | 19:08 WIB

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:36 WIB

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 18:31 WIB

Terkini

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:28 WIB

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:20 WIB

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:11 WIB

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:06 WIB

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:03 WIB

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:56 WIB

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 21:47 WIB

Ricky Soebagdja Puji Mentalitas Student-Athlete di Campus League, BINUS Juara Regional Bandung

Ricky Soebagdja Puji Mentalitas Student-Athlete di Campus League, BINUS Juara Regional Bandung

Sport | Jum'at, 18 September 2026 | 21:27 WIB

×