- Ketua PHRI NTB Ni Ketut Wolini menyatakan tingkat okupansi akomodasi menjelang MotoGP 2026 di Mandalika hampir mencapai seratus persen.
- Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026 di Mandalika.
- Penyelenggaraan ajang balap tersebut didukung oleh penambahan enam puluh enam penerbangan pesawat berbadan besar menuju NTB.
Suara.com - Ajang balap MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, ulai memberikan dampak bisnis akomodasi. Tercatat, tingkat okupansi akomodasi di NTB dilaporkan hampir 100 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan tingginya tingkat hunian menunjukkan besarnya permintaan akomodasi selama periode penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
"Tingkat okupansi menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sudah nyaris mencapai 100 persen dan akan terus meningkat seiring semakin dekatnya pelaksanaan event. Ini menunjukkan tingginya antusiasme dan permintaan terhadap akomodasi di NTB selama periode penyelenggaraan," ujar Ni Ketut Wolini di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
![Sejumlah pekerja menyelesaikan pengecatan pinggir lintasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di KEK Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/17/91786-persiapan-sirkuit-mandalika-jelang-motogp-2026-motogp-mandalika.jpg)
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika.
Menurut Ni Ketut Wolini, meningkatnya permintaan akomodasi perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha pariwisata dalam memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang datang ke NTB.
Dengan semakin dekatnya race week, okupansi akomodasi diperkirakan masih akan meningkat.
Persiapan MotoGP 2026 tidak hanya menyasar sektor akomodasi. InJourney bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi NTB, serta pemangku kepentingan terkait juga melakukan konsolidasi kesiapan ekosistem pariwisata.
Kesiapan tersebut mencakup akomodasi, konektivitas, layanan, hingga berbagai pengalaman wisata yang dapat ditawarkan kepada pengunjung.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan event tersebut tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan pariwisata Indonesia.
"MotoGP bukan sekedar event olahraga internasional, tetapi merupakan katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia. Ketika kita kehilangan event berskala global, kita berisiko kehilangan momentum pertumbuhan pariwisata, peningkatan ekonomi daerah dan devisa, sekaligus nation branding Indonesia. Untuk itu, kami memastikan keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan event ini menjadi kepentingan bersama," jelas Maya.
Maya mengatakan pengembangan pariwisata di The Mandalika membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga pelaku industri.
"Dibutuhkan concerted efforts dan semangat gotong royong dari seluruh stakeholder baik di daerah dan pusat, kementarian/lembaga, hingga pelaku industri," imbuhnya
Selain akomodasi, konektivitas menuju NTB juga menjadi perhatian menjelang event. Pada periode pekan penyelenggaraan Grand Prix of Indonesia 2026, tercatat ada tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB.
Hampir seluruh tambahan penerbangan tersebut menggunakan pesawat berbadan besar atau wide body.
"Dalam diskusi hari ini, berbagai isu kami uraikan dan carikan solusi bersama termasuk konektivitas. Pada periode pekan ajang balap Grand Prix of Indonesia 2026 ini kami mencatat adanya tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB dan hampir semuanya merupakan pesawat berbadan besar atau wide body," tambahnya.
Dengan tingkat okupansi akomodasi yang mendekati 100 persen dan tambahan konektivitas penerbangan, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi bagi sektor pariwisata NTB.