Pabrik Tua Bikin Pupuk Makin Mahal, Pupuk Indonesia Tekor Rp9,99 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB
Pabrik Tua Bikin Pupuk Makin Mahal, Pupuk Indonesia Tekor Rp9,99 Triliun
Gedung Pupuk Indonesia. (Dok: Pupuk Indonesia)
baca 10 detik
  • Pabrik tua bikin biaya produksi pupuk membengkak Rp9,99 triliun.
  • 23.152 ton pupuk subsidi tak tersalurkan, rugi Rp103,87 miliar.
  • BPK temukan ketidakefisienan Pupuk Indonesia Rp12,96 triliun.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menghadapi persoalan efisiensi produksi pupuk. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan konsumsi gas pabrik amonia milik perusahaan jauh di atas benchmark industri global.

Berdasarkan laporan BPK yang dikutip Senin (21/9/2026) rata-rata konsumsi gas mencapai 38,25 MMBTU per ton amonia, sementara benchmark global berada di 33,55 MMBTU. Tingginya konsumsi disebabkan usia pabrik yang sudah tua, pemeliharaan yang tidak memadai, serta tingginya downtime.

"Kondisi tersebut membuat biaya produksi pupuk membengkak," tulis laporan lembaga itu.

BPK menghitung ketidakefisienan pabrik amonia sepanjang 2023 hingga semester I 2025 telah meningkatkan biaya produksi hingga US$597,68 juta atau sekitar Rp9,99 triliun.

"BPK merekomendasikan Pupuk Indonesia mengevaluasi pabrik yang boros energi serta menyusun rencana revitalisasi dan investasi untuk mengganti fasilitas yang sudah tidak efisien," katanya.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira mengatakan pihaknya menghormati temuan dan rekomendasi BPK, serta terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi operasional.

"Terkait tingginya konsumsi gas yang dipengaruhi usia pabrik, hal tersebut telah direspons oleh pemerintah melalui penerbitan Perpres 113/2025 yang mendorong efisiensi sekaligus membuka ruang bagi Pupuk Indonesia untuk melakukan revitalisasi industri pupuk nasional," kata Yehezkiel kepada Suara.com.

Menurutnya, melalui program revitalisasi, Pupuk Indonesia secara bertahap melakukan peremajaan dan pembangunan pabrik baru untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing industri pupuk nasional. Salah satu hasilnya terlihat pada Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur pada tahun 2026 yang berhasil menurunkan konsumsi gas sekitar 4 MMBTU per ton amonia dan diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya produksi sekitar Rp 228 miliar per tahun.

"Ke depan, Pupuk Indonesia akan terus melanjutkan program revitalisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan pupuk nasional dalam mendukung ketahanan pangan," katanya.

baca juga

Masalah yang dihadapi Pupuk Indonesia tak berhenti di sisi produksi. BPK juga menemukan pupuk bersubsidi sebanyak 23.152,39 ton tidak dapat disalurkan akibat perbedaan pencatatan dengan stok fisik di tingkat distributor dan penerima.

Kelemahan pengendalian stock opname dan sistem aplikasi tersebut menyebabkan perusahaan mengalami kerugian Rp103,87 miliar.

Secara keseluruhan, pemeriksaan BPK menemukan 19 temuan dengan permasalahan ketidakpatuhan Rp108,83 miliar, ketidakhematan Rp257,29 miliar, ketidakefisienan Rp12,96 triliun, serta 12 permasalahan ketidakefektifan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanah ATR/BPN di Bali Dikuasai Swasta, Ada Dugaan Pembiaran hingga Negara Rugi Rp4,8 Triliun!

Tanah ATR/BPN di Bali Dikuasai Swasta, Ada Dugaan Pembiaran hingga Negara Rugi Rp4,8 Triliun!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:09 WIB

Hampir 8 Jam Diperiksa, Eks Dirut Bank Daerah: Semua Sudah Saya Sampaikan ke BPK

Hampir 8 Jam Diperiksa, Eks Dirut Bank Daerah: Semua Sudah Saya Sampaikan ke BPK

News | Rabu, 09 September 2026 | 19:07 WIB

800 Aset Pemprov Dikuasai Pihak Luar! Kejati Sultra Dikerahkan Tuntaskan Temuan BPK

800 Aset Pemprov Dikuasai Pihak Luar! Kejati Sultra Dikerahkan Tuntaskan Temuan BPK

News | Rabu, 09 September 2026 | 08:52 WIB

Terkini

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:44 WIB

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:43 WIB

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:40 WIB

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:39 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:38 WIB

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:36 WIB

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:33 WIB

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

×