- Saham Rp1 resmi berlaku, IHSG ditutup anjlok 1,51%.
- TAMU, PPRO, BEKS dan BLTA jadi saham yang paling cuan.
- GOTO dan sejumlah saham besar justru tertekan hingga ARB.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasuki era baru perdagangan saham pada Senin (28/9/2026). Mulai hari ini, batas minimum harga saham dipangkas dari Rp50 menjadi hanya Rp1 per lembar.
Namun, hari pertama kebijakan tersebut justru diwarnai tekanan jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,51% ke level 6.147,86.
Perubahan aturan tersebut memberikan ruang bagi saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 untuk bergerak lebih rendah maupun lebih tinggi. BEI menyebut kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas price discovery dan likuiditas pasar.
Di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham berharga di bawah Rp50 justru menjadi pencetak kenaikan terbesar.
Saham yang Naik
Berikut sejumlah saham yang mencatat penguatan terbesar pada perdagangan hari ini:
| Saham | Penutupan | Perubahan |
| TAMU | Rp35 | +34,62% |
| PPRO | Rp20 | +33,33% |
| BEKS | Rp29 | +31,82% |
| BLTA | Rp43 | +34,25% |
| VIVA | Rp48 | +34,78% |
Data perdagangan sesi II menunjukkan TAMU memimpin penguatan, disusul PPRO, BEKS, BLTA dan VIVA. Kelompok saham under gocap mendominasi jajaran penguatan pada awal perdagangan ketika aturan baru mulai berlaku.
Fenomena tersebut menunjukkan perubahan batas bawah langsung menciptakan ruang price discovery baru bagi saham-saham yang sebelumnya terkunci di level Rp50.
Saham yang Turun
Di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami tekanan tajam. Salah satu yang paling mencolok adalah GOTO.
Pada perdagangan hari ini, GOTO tertekan hingga Rp43, turun sekitar 21,35% dan menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) pada sesi I. Saham tersebut juga menjadi salah satu pemberi kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG.
Data sesi I menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada saham berharga rendah. Sejumlah saham berkapitalisasi besar juga terkoreksi, termasuk BBCA, BMRI, BBRI dan TLKM.
Saham MNC Ikut Tertekan
Penerapan harga minimum Rp1 juga langsung terlihat pada sejumlah saham Grup MNC.
BABP, BCAP dan KPIG yang sebelumnya berada di Rp50 masing-masing turun ke Rp43 atau -14%. BHIT turun 4,76% ke Rp20, BMTR turun 6,98% ke Rp80, MNCN turun 4,41% ke Rp130 dan MSIN turun 10% ke Rp180.
Sementara IPTV dan RAAM masih berstatus suspensi.
IHSG Berakhir Merah
Tekanan pada sejumlah saham besar membuat IHSG akhirnya ditutup di 6.147,86, turun 1,51%.
Dengan demikian, hari pertama era harga saham Rp1 memperlihatkan dua wajah pasar. Sebagian saham lapis bawah justru memperoleh ruang untuk melakukan re-pricing dan mencatat lonjakan harga, sementara sejumlah saham lainnya langsung menghadapi tekanan jual.
Perubahan ini juga membuat pergerakan saham berharga rendah menjadi lebih volatil. Sebelumnya, saham yang sudah berada di Rp50 tidak dapat turun lebih rendah karena terbentur batas minimum. Kini, saham tersebut dapat bergerak hingga Rp1 sesuai mekanisme perdagangan baru BEI.
![Mulai 28 September - 31 Desember 2026 mekanisme ARA dan ARB di BEI akan berubah, menyesuaikan dengan regulasi yang menurunkan batas harga bawah saham menjadi Rp1. [Suara.com/Syahda]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/09/26/12794-mekanisme-ara-saham-rp1.jpg)