Demi Listrik Murah, Geo Dipa Bidik Produksi 5.000 Ton Green Mineral per Tahun dari Panas Bumi

Dicky Prastya

Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:08 WIB
Demi Listrik Murah, Geo Dipa Bidik Produksi 5.000 Ton Green Mineral per Tahun dari Panas Bumi
Ilustrasi Geo Dipa. Foto: Alat berat digunakan pada pembangunan sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). [ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom]
baca 10 detik
  • PT Geo Dipa Energi memproyeksikan produksi lima ribu ton green mineral per tahun dari fluida sumur panas bumi.
  • Ekstraksi green mineral dari sumur panas bumi tersebut diumumkan di Bogor pada Selasa, 6 Oktober 2026.
  • Penambahan pendapatan dari komoditas green mineral diharapkan mampu membuat tarif listrik panas bumi menjadi lebih terjangkau.

Suara.com - PT Geo Dipa Energi (Persero) tak hanya memfokuskan pengembangan lapangan panas bumi untuk pasokan energi ketenagalistrikan, tetapi juga membidik potensi ekstraksi mineral ramah lingkungan (green mineral).

Special Mission Vehicle atau lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini memproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 5.000 ton green mineral per tahun dari fluida dan uap sumur panas buminya.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis menjelaskan bahwa mineral yang diekstraksi dari sumur panas bumi memiliki nilai komoditas tinggi dan memiliki keunggulan keberlanjutan dibandingkan hasil tambang konvensional.

"Dan dengan ikutan bahwa Geo Dipa bisa menghasilkan mineral-mineral dari lapangan panas buminya. Mineral-mineral ini ekuivalen dengan mineral yang dihasilkan dari tambang. Tapi dia munculnya dari sumur panas bumi. Menariknya adalah ini bisa kita klaim green mineral. Kalau yang di tambang, grey mineral, karena dia pakai pakai fosil. Alat hauling-nya, ekskavatornya berbahan bakar BBM semua," ujar Yudistian dalam Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, dikutip Selasa (6/10/2026)..

Yudistian membeberkan bahwa potensi volume green mineral tersebut mencapai ribuan ton setiap tahun dan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi keekonomian proyek geothermal.

"Nah, itu kita punya mineral yang besarannya sekitar 5.000 ton per tahun yang bisa mempunyai nilai komoditas tertentu, sehingga akhirnya ujungnya keekonomian pengembangan panas bumi itu bisa meningkat," terangnya.

Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis saat Media Gathering yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis saat Media Gathering yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Selama ini, pengembangan lapangan panas bumi di Indonesia hanya bertumpu pada penjualan listrik kepada PT PLN (Persero) yang terikat dengan skema kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation atau PSO) untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Menurutnya, hasil komoditas green mineral ini diharapkan menjadi penopang ekonomi tambahan agar tarif listrik panas bumi di masa depan bisa lebih murah dan terjangkau.

"Kenapa? Karena panas bumi itu hari ini yang kita letakkan itu hanya untuk listrik. Listrik dalam kebijakan pemerintah itu adalah bagian PSO, Public Service Obligation. Dan itu memang pemerintah harus bekerja keras untuk menyiapkan listrik untuk masyarakat yang handal dan affordable," paparnya.

baca juga

"Bagian listrik kita enggak akan bisa ganggu-ganggu, tapi kalau mineral ini, ini adalah bagian komoditas. Yang kita harapkan nanti keekonomian dari komoditas ini bisa menopang memperbaiki keekonomian pengembangan lapangan panas bumi, sehingga ultimate-nya harusnya harga listrik panas bumi itu lebih kompetitif dan lebih affordable," pungkas Yudistian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Geo Dipa Pastikan Wacana Tukar Guling dengan PNM Batal, Akui Ada Pengaruh Purbaya

Geo Dipa Pastikan Wacana Tukar Guling dengan PNM Batal, Akui Ada Pengaruh Purbaya

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:36 WIB

7 Trik Hemat Listrik AC, Tagihan Bulanan Aman Meski Nyala Seharian

7 Trik Hemat Listrik AC, Tagihan Bulanan Aman Meski Nyala Seharian

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:20 WIB

DJP Sudah Cairkan Restitusi Pajak Rp 191,8 T per Agustus 2026

DJP Sudah Cairkan Restitusi Pajak Rp 191,8 T per Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:56 WIB

5 Cara Memilih Air Fryer yang Hemat Listrik dan Tahan Lama, Ini Hal yang Harus Diperhatikan

5 Cara Memilih Air Fryer yang Hemat Listrik dan Tahan Lama, Ini Hal yang Harus Diperhatikan

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Terciduk Nyabu di Hotel Surabaya, Tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra Terancam Dipecat

Terciduk Nyabu di Hotel Surabaya, Tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra Terancam Dipecat

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Menaker Tegaskan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Pembaruan Hukum Ketenagakerjaan

Menaker Tegaskan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Pembaruan Hukum Ketenagakerjaan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Somasi Tak Ditanggapi, Hari ini Gus Ipul Laporkan 3 Orang ke Polisi Terkait Tuduhan Korupsi

Somasi Tak Ditanggapi, Hari ini Gus Ipul Laporkan 3 Orang ke Polisi Terkait Tuduhan Korupsi

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Maut di Jalinpantim Tulang Bawang: Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan, 2 Tewas Terjepit

Maut di Jalinpantim Tulang Bawang: Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan, 2 Tewas Terjepit

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Mengintip Keseruan TNT Fighter: Komunitas Stunt Fighting yang Buka Jalan ke Layar Lebar

Mengintip Keseruan TNT Fighter: Komunitas Stunt Fighting yang Buka Jalan ke Layar Lebar

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Prabowo: Jangankan Menteri, Dua Tahun Ini Berkali-kali Saya Mau Disogok

Prabowo: Jangankan Menteri, Dua Tahun Ini Berkali-kali Saya Mau Disogok

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:59 WIB

BRI Peduli Perkuat Komitmen Lingkungan, Latih 500 Volunteer Kelola Sampah di MotoGP Mandalika 2026

BRI Peduli Perkuat Komitmen Lingkungan, Latih 500 Volunteer Kelola Sampah di MotoGP Mandalika 2026

Jogja | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Peduli Dorong Kawasan Bersih dan Berkelanjutan Dengan "Yok Kita Gas"

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Peduli Dorong Kawasan Bersih dan Berkelanjutan Dengan "Yok Kita Gas"

Sumbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Gugatan Ijazah Gibran Segera Diputus MK, Prabowo Pilih Tak Ikut Campur

Gugatan Ijazah Gibran Segera Diputus MK, Prabowo Pilih Tak Ikut Campur

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:50 WIB

4 Barrier Sunscreen Andalan Buat Kulit Kering Cegah Dehidrasi dan Iritasi

4 Barrier Sunscreen Andalan Buat Kulit Kering Cegah Dehidrasi dan Iritasi

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×