Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Dicky Prastya

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:36 WIB
Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO
Ilustrasi Geo Dipa. Foto: Pekerja menyelesaikan pekerjaan pada proyek sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). [ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom]
baca 10 detik
  • PT Geo Dipa Energi mengkaji penerbitan obligasi berwawasan lingkungan untuk membiayai proyek panas bumi tanpa melakukan IPO.
  • Direktur Utama Yudistian Yunis menyatakan strategi ini menjaga kendali penuh perusahaan agar tidak beralih ke pihak swasta.
  • Manajemen menyiapkan kajian teknis dalam Rencana Jangka Panjang sepuluh tahun agar perusahaan tumbuh mandiri tanpa APBN.

Suara.com - PT Geo Dipa Energi (Persero) tengah mengkaji opsi skema pembiayaan kreatif (creative financing) melalui penerbitan obligasi berwawasan lingkungan (green bond).

Langkah ini disiapkan guna memenuhi kebutuhan ekuitas dan modal pembangunan proyek pengembangan energi panas bumi ke depan, tanpa harus melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering atau IPO).

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, mengungkapkan bahwa pilihan menggunakan instrumen obligasi diambil agar pengelolaan dan kendali kepemilikan lembaga geothermal tersebut tetap berada di internal perusahaan.

Strategi special mission vehicle (SMV) alias lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu berbeda jika dibandingkan dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).

"Salah satu karena dibilang mulai mencari creative finance, salah satu yang kita siapkan adalah bond. Yang mau kita lepas, kalau bond itu kan hanya nilai tertentu yang kita mau lepas dan pengelolaan perusahaan masih di dalam kita. Kalau PGE itu yang dilakukan kan IPO, IPO sehingga hampir 30% saham PGE itu dimiliki private, sehingga akhirnya private punya pengaruh di sana," katanya dalam Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, dikutip Selasa (6/10/2026).

"Tapi kalau bond, seperti yang sudah terjadi banyak kayak PLN kan menerbitkannya bond. Jadi dia punya punya kewajiban saja untuk menyetorkan kuponnya nanti," lanjut dia.

Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis saat Media Gathering yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis saat Media Gathering yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Rencana penerbitan green bond Geo Dipa ini telah masuk dalam skema Rencana Jangka Panjang (RJP) perusahaan untuk jangka waktu 10 tahun. Yudistian menyebutkan bahwa pihak manajemen saat ini sedang mematangkan kajian terkait skema teknis, besaran, hingga target waktu penerbitannya.

"Nah, itu jadi bagian dari rencana Geo Dipa yang juga sudah masuk di rencana RJP 10 tahunan. Nah, mungkin di tahun depan kita lagi menyiapkan kajiannya bond-nya kapan dan berapa rencana yang akan kita tawarkan untuk menjadi sumber pendanaan untuk ekuitas tadi," imbuhnya.

Terkait detail penerbitan instrumen keuangan tersebut, pihak Geo Dipa masih menghitung profilisasi aset serta lokasi pasar penerbitannya.

baca juga

"Kalau bond, kapan, size-nya berapa, harganya berapa, itu lagi kita bikin perhitungannya. Terbit di mana, itu juga lagi kita bikin. Nah, kemudian apakah itu digunakan hanya satu konsesi atau multi konsesi? Itu karena sifatnya bond adalah profilnya Geo Dipa, bisa jadi ya kita taruh apa prospektusnya apa, kalau kita taruh Dieng Patuha ya berarti kita hanya pakai untuk Dieng Patuha saja," tambah Yudistian.

Selama ini, dalam menggarap proyek-proyek ketenagalistrikan panas bumi seperti pembangunan Dieng Unit 2 dan Patuha Unit 2, Geo Dipa mengandalkan kombinasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai ekuitas dan pinjaman dari lembaga pembiayaan pembangunan seperti Asian Development Bank (ADB).

"Geo Dipa ini untuk proyek yang hari ini, yang Dieng 2 Patuha 2 yang sedang konstruksi, yes, kami dapat PMN dari pemerintah. Dari APBN nilainya sekitar Rp 1,3 triliun. Itu sebagai equity untuk pendampingan pinjaman dari ADB. Jadi kan biasa kalau kita minjam, kita harus ada duit sendiri kan? Nah, duit sendiri itu diberikan oleh pemerintah dalam bentuk PMN untuk menjadi pendamping dana dari ADB," terangnya.

Namun demikian, dengan arahan dari pemerintah agar BUMN dapat tumbuh mandiri secara finansial dan mampu mencari alternatif modal secara mandiri tanpa terus-menerus bergantung pada APBN, penerbitan green bond dinilai menjadi instrumen paling ideal bagi Geo Dipa untuk mengakselerasi potensi panas bumi nasional yang saat ini baru termanfaatkan sekitar 11% dari total potensi 24 Gigawatt.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DJP Sudah Cairkan Restitusi Pajak Rp 191,8 T per Agustus 2026

DJP Sudah Cairkan Restitusi Pajak Rp 191,8 T per Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:56 WIB

DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Target Tax Ratio APBN 2027 Tembus 9,26%, Rasio Pajak Tertinggi Sejak 2016

Target Tax Ratio APBN 2027 Tembus 9,26%, Rasio Pajak Tertinggi Sejak 2016

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Target Penerimaan Pajak APBN 2027 Tembus Rp 2.593,4 Triliun, Naik 2,3 Kali Lipat dalam Sedekade

Target Penerimaan Pajak APBN 2027 Tembus Rp 2.593,4 Triliun, Naik 2,3 Kali Lipat dalam Sedekade

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Terkini

Dari Merawat Diri hingga Menjaga Kesehatan Mental, Self-Care Kini Makin Dekat dengan Wellness

Dari Merawat Diri hingga Menjaga Kesehatan Mental, Self-Care Kini Makin Dekat dengan Wellness

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Harga Motor Honda Oktober 2026 Terbaru: BeAT Mulai Rp 19 Jutaan, Cek Lini Matic hingga EV

Harga Motor Honda Oktober 2026 Terbaru: BeAT Mulai Rp 19 Jutaan, Cek Lini Matic hingga EV

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Seni Perlawanan di JABFest 2026: Lomba Mewarnai Jadi Cara Lawan Impunitas

Seni Perlawanan di JABFest 2026: Lomba Mewarnai Jadi Cara Lawan Impunitas

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

1.900 Lebih Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, 620 Masuk Pelanggaran Berat

1.900 Lebih Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, 620 Masuk Pelanggaran Berat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus

Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Pilihan Mobil Hybrid di Indonesia Oktober 2026 dan Harganya

Pilihan Mobil Hybrid di Indonesia Oktober 2026 dan Harganya

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

BEM UI Laporkan Dugaan Kekerasan terhadap Hafidz Hernanda, Cantumkan Delik Penganiayaan Terencana

BEM UI Laporkan Dugaan Kekerasan terhadap Hafidz Hernanda, Cantumkan Delik Penganiayaan Terencana

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo

Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:24 WIB

×