- Tenggara Strategics dan CSIS merilis penelitian di IISF 2026 Jakarta bahwa permintaan listrik Indonesia melonjak hingga 1.813 TWh pada 2060.
- Lonjakan konsumsi listrik tersebut didorong oleh sektor rumah tangga, kendaraan listrik, hilirisasi industri, serta ekspansi pusat data nasional.
- PLN menyiapkan penyediaan energi hijau secara bertahap melalui program energi surya untuk memenuhi proyeksi lonjakan kebutuhan listrik masa depan.
Dari sisi penyediaan, PT PLN (Persero) menyatakan terus mempersiapkan kapasitas listrik untuk memenuhi pertumbuhan permintaan.

“PLN terus memastikan kesiapan penyediaan listrik untuk menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat," ujar EVP Manajemen Aset dan Sistem Manajemen Terintegrasi PLN Tri Hardimasyar, dikutip Kamis (8/10/2026).
"Salah satu langkah yang kami lakukan adalah melalui pengembangan energi surya 100 GWp secara bertahap, yang pada fase pertama difokuskan untuk mengurangi konsumsi diesel di wilayah yang belum terintegrasi dengan jaringan listrik konvensional, melalui pengembangan PLTS atap maupun PLTS terapung,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Direktur Konservasi Energi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, juga menekankan pentingnya aspek efisiensi dalam proses elektrifikasi.
"Efisiensi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar elektrifikasi turut mendukung ketahanan energi," pungkas Gigih.