Rupiah Masuk Mata Uang Terlemah di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:51 WIB
Rupiah Masuk Mata Uang Terlemah di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya
Ilustrasi rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
baca 10 detik
  • Forbes Advisor UK merilis daftar 10 mata uang berilai nominal terendah terhadap dolar AS per September 2026.
  • Rial Iran menempati posisi pertama dengan nilai tukar terendah, diikuti pound Lebanon dan dong Vietnam.
  • Rupiah Indonesia berada di posisi kelima, di mana nilai tukar rendah tidak selalu mencerminkan pelemahan ekonomi.

Suara.com - Di tengah dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi internasional, sejumlah mata uang memiliki nilai nominal jauh lebih rendah dibandingkan dolar.

Salah satunya, rupiah yang merupakan mata yang Indonesia termasuk di dalam daftar tersebut. Berdasarkan data konverter mata uang yang dirujuk Forbes Advisor UK, terdapat 10 mata uang dengan nilai nominal terendah terhadap dolar AS.

Daftar tersebut disusun berdasarkan jumlah unit mata uang yang diperlukan untuk mendapatkan 1 dolar AS, dengan data per September 2026.

Meski demikian, nilai nominal yang rendah terhadap dolar AS tidak serta-merta menunjukkan bahwa perekonomian suatu negara lebih lemah dibandingkan negara lain.

Nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari inflasi, kebijakan moneter, kondisi politik, hingga perdagangan internasional.

Dilansir Forbes, Selasa (13/10/2026), berikut daftar 10 mata uang paling lemah di dunia pada bulan September 2026:

1. Rial Iran (IRR)

Rial Iran menempati posisi pertama. Berdasarkan angka yang dicantumkan dalam sumber, 1 dolar AS setara dengan sekitar 1.374.575 rial Iran.

Tekanan terhadap mata uang Iran berkaitan dengan sanksi ekonomi yang membatasi aktivitas perekonomian negara tersebut. Selain itu, konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat turut disebut sebagai faktor yang menekan nilai rial.

baca juga

2. Pound Lebanon (LBP)

Pound Lebanon berada di posisi kedua. Sumber mencantumkan nilai 1 dolar AS setara dengan 89.550 pound Lebanon.

Mata uang Lebanon menghadapi tekanan selama beberapa tahun akibat kondisi ekonomi yang melemah, inflasi tinggi, pengangguran, krisis perbankan, dan ketidakstabilan politik.

3. Dong Vietnam (VND)

Dong Vietnam menempati urutan ketiga, dengan nilai 1 dolar AS setara dengan sekitar 26.072,50 dong Vietnam.

Perekonomian Vietnam ditopang oleh sektor jasa dan industri, termasuk elektronik, energi, dan tekstil. Perkembangan ekspor serta kondisi perdagangan internasional turut memengaruhi pergerakan mata uang negara tersebut.

Sumber juga menyoroti perlambatan ekspor dan periode suku bunga tinggi di Amerika Serikat sebagai faktor yang memberi tekanan terhadap dong Vietnam.

Ilustrasi [Unsplash/Georgios]
Ilustrasi Vietnam. [Unsplash/Georgios]

4. Kip Laos (LAK)

Kip Laos berada di posisi keempat. Data sumber menyebutkan 1 dolar AS setara dengan 22.450 kip.

Laos merupakan negara yang tidak memiliki wilayah pesisir dan berbatasan dengan Vietnam, Thailand, Kamboja, serta China. Perekonomiannya bergantung, antara lain, pada ekspor tembaga, emas, dan kayu.

Pertumbuhan ekonomi yang lambat, peningkatan utang luar negeri, dan inflasi tinggi menjadi sejumlah tantangan yang menekan mata uang Laos.

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Rupiah Indonesia berada di posisi kelima dalam daftar tersebut. Menurut sumber, 1 dolar AS setara dengan sekitar Rp17.913

Sumber mengaitkan tekanan terhadap rupiah dengan inflasi dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi.

Namun, pergerakan rupiah pada praktiknya juga dipengaruhi faktor lain, seperti arus modal asing, kebijakan suku bunga, neraca perdagangan, dan kondisi pasar keuangan global.

Posisi rupiah dalam daftar ini perlu dipahami berdasarkan ukuran yang digunakan, yakni jumlah unit mata uang yang diperlukan untuk memperoleh 1 dolar AS.

Angka tersebut tidak dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan kondisi keseluruhan perekonomian Indonesia.

6. Som Uzbekistan (UZS)

Som Uzbekistan berada di posisi keenam. Sumber mencatat 1 dolar AS setara dengan sekitar 11.830 som.

Uzbekistan terletak di Asia Tengah dan merupakan bekas bagian dari Uni Soviet. Negara ini memiliki sumber daya mineral serta cadangan minyak dan gas, dan dikenal sebagai salah satu eksportir kapas dunia.

Reformasi ekonomi telah dilakukan, tetapi negara tersebut masih menghadapi tantangan berupa pertumbuhan ekonomi yang rendah, inflasi, pengangguran, dan korupsi.

7. Franc Guinea (GNF)

Franc Guinea menempati posisi ketujuh, dengan nilai 1 dolar AS setara dengan sekitar 8.792 franc Guinea.

Guinea terletak di Afrika Barat dan memiliki sumber daya alam, termasuk emas dan berlian. Meski memiliki potensi sumber daya yang besar, negara ini menghadapi tantangan berupa inflasi dan ketidakstabilan politik.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari persoalan ekonomi yang memengaruhi perkembangan mata uang Guinea.

8. Franc Burundi (BIF)

Franc Burundi berada di posisi kedelapan. Berdasarkan angka dalam sumber, 1 dolar AS setara dengan sekitar 2.994 franc Burundi.

Ilustrasi Afrika. [Unsplash]
Ilustrasi Afrika. [Unsplash]

Burundi merupakan negara di Afrika Timur yang tidak memiliki wilayah pesisir. Negara ini berbatasan dengan Rwanda, Tanzania, dan Republik Demokratik Kongo.

Kopi dan teh menjadi komoditas ekspor penting bagi Burundi. Sumber menyebutkan kedua komoditas tersebut menyumbang sekitar 90 persen dari total ekspor negara itu.

9. Ariary Madagaskar (MGA)

Ariary Madagaskar berada di posisi kesembilan. Sumber mencantumkan nilai 1 dolar AS setara dengan sekitar 4.330 ariary.

Madagaskar merupakan negara kepulauan di lepas pantai tenggara Afrika. Perekonomiannya ditopang oleh sektor pertanian, pertambangan, perikanan, dan kehutanan.

Vanili, nikel, dan cengkih termasuk komoditas ekspor utama negara tersebut. Ariary diperkenalkan pada 1961 dan secara resmi menggantikan franc Madagaskar pada 2005.

10. Guarani Paraguay (PYG)

Guarani Paraguay menempati posisi kesepuluh. Menurut sumber, 1 dolar AS setara dengan sekitar 5.907 guarani.

Paraguay merupakan negara di Amerika Selatan yang berbatasan dengan Brasil, Argentina, dan Bolivia. Negara ini dikenal sebagai produsen kedelai, daging sapi, dan jagung.

Inflasi, korupsi, serta peredaran uang palsu disebut sebagai sejumlah tantangan yang memengaruhi kondisi mata uang Paraguay.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:41 WIB

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:55 WIB

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Terkini

Rupiah Masuk Mata Uang Terlemah di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Rupiah Masuk Mata Uang Terlemah di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:51 WIB

13 Oktober Hari Apa? Ini Sederet Peringatan Penting, Termasuk No Bra Day

13 Oktober Hari Apa? Ini Sederet Peringatan Penting, Termasuk No Bra Day

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari

Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:47 WIB

4 Serum Retinal Ampuh untuk Samarkan Dark Spot dan Cegah Penuaan Dini

4 Serum Retinal Ampuh untuk Samarkan Dark Spot dan Cegah Penuaan Dini

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi

Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi

Malang | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Modus Baru! Keripik Singkong Isi Vape Kokain Rp34,9 Miliar Digagalkan di Bakauheni

Modus Baru! Keripik Singkong Isi Vape Kokain Rp34,9 Miliar Digagalkan di Bakauheni

Lampung | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Kasus Pemerasan Pemalang, KPK Geledah Kantor Kabag Umum hingga Rumah ASN

Kasus Pemerasan Pemalang, KPK Geledah Kantor Kabag Umum hingga Rumah ASN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:30 WIB

OJK Waspadai Risiko Kripto, AI, dan Pencucian Uang di Sektor Perbankan

OJK Waspadai Risiko Kripto, AI, dan Pencucian Uang di Sektor Perbankan

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Mengenal "Venus" Lewat Buku Anak yang Cerdas, Lucu, dan Menghibur

Mengenal "Venus" Lewat Buku Anak yang Cerdas, Lucu, dan Menghibur

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:24 WIB

×