CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

Dicky Prastya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:10 WIB
CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai
Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Indonesia, Akhmad Akbar S saat konferensi pers di Kantor CORE Indonesia, Jakarta, Rabu (14/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • CORE Indonesia memprediksi target penerimaan pajak dalam APBN 2026 sebesar Rp2.600 triliun tidak akan tercapai.
  • Kementerian Keuangan telah mengakui potensi tidak tercapainya target pajak tersebut melalui proyeksi resmi pemerintah.
  • Risiko kegagalan target pajak ini memicu dua skenario pelebaran defisit anggaran atau pemangkasan belanja pemerintah.

Suara.com - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi penerimaan pajak tidak akan tercapai sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, alias shortfall pajak.

Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal, dan Moneter CORE Indonesia, Akhmad Akbar S mengungkapkan kalau setiap tahun Pemerintah terus menaikkan target penerimaan pajak.

Sebagai contoh, APBN 2025 menargetkan penerimaan pajak sekitar Rp 2.200 triliun. Sedangkan di APBN 2026, Pemerintah menambah target pajak menjadi Rp 2.600 triliun.

"Tahun 2025 itu penerimaan perpajakan di APBN itu sekitar Rp 2.200 triliun. 2026 ditargetkan Rp 2.600 triliun, naik Rp 400 triliun. Nah kemungkinan besar ini enggak akan tercapai," ujar Akhmad Akbar dalam diskusi publik yang digelar di Kantor CORE Indonesia, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Ia menyebutkan bahwa indikasi melesetnya target tersebut bahkan sudah disadari oleh pihak Kementerian Keuangan sendiri melalui proyeksi (outlook) resmi yang sempat disampaikan pemerintah. Namun, target untuk tahun anggaran berikutnya tetap dipatok melonjak tinggi.

"Bahkan kalau kita lihat outlook dari Kementerian Keuangan sendiri, waktu Pidato Presiden tanggal 17 Agustus di depan DPR, mereka pun sudah mengakui bahwa ini kayaknya enggak akan tercapai target Rp 2.600 sekian triliun. Nah tapi kemudian di tahun 2027 di APBN yang barusan disahkan kan tetap naik lagi, naik menjadi Rp 2.900 triliun," lanjutnya.

Akbar menegaskan, berulangnya ancaman shortfall penerimaan pajak berisiko memicu dua skenario pelebaran defisit anggaran atau pemangkasan belanja pemerintah. 

"Jadi kira-kira situasinya begini, kalau enggak tercapai kan konsekuensinya ada dua. Satu, kalau belanjanya tetap semangat, maka defisitnya akan melebar. Atau kedua, kalau belanjanya dikurangi berarti akan ada pemotongan anggaran dipangkas," timpal dia.

Berdasarkan data APBN KiTa,  Pendapatan negara terkumpul Rp 2.341,5 triliun atau 74,5 persen dari target per September 2026. Pendapatan negara tersebut ditopang penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.847,7 triliun atau tumbuh 21,8 persen secara tahunan (yoy).

baca juga

Penerimaan perpajakan ini terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp 1.607,6 triliun atau tumbuh 24,1 persen yoy, serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp 240,2 triliun atau meningkat 8,5 persen yoy. 

Kemudian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp 492,3 triliun atau tumbuh 41,7 persen yoy. Sedangkan penerimaan hibah mencapai Rp 1,5 triliun atau tumbuh 18,8 persen yoy.

Sementara itu Belanja Negara mencapai Rp 2.660,5 triliun, tumbuh 19,0 persen yoy atau 65,4 persen sesuai target APBN 2026.

Ini terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat Rp 2.061,3 triliun yang mencakup Belanja Kementerian-Lembaga (K/L) sebesar Rp 1.069,4 triliun dan Belanja Non KL Rp 991,9 triliun. Kemudian ada Transfer ke Daerah (TKD) Rp 599,2 triliun.

Sementara keseimbangan primer, yang mencerminkan kemampuan negara mengelola utang, mengalami surplus sebesar Rp125,5 triliun, dari desain yang ditetapkan defisit sebesar Rp89,7 triliun.

Dengan kinerja tersebut, defisit APBN tercatat sebesar Rp 319 triliun atau 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 30 September 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CORE Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8% Mustahil Tercapai

CORE Indonesia Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8% Mustahil Tercapai

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:46 WIB

2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:10 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

4 Cara Cek NPWP Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor Pajak

4 Cara Cek NPWP Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor Pajak

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah

Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:48 WIB

ART Diduga Lecehkan Anak Berkebutuhan Khusus karena Dijanjikan Uang

ART Diduga Lecehkan Anak Berkebutuhan Khusus karena Dijanjikan Uang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:48 WIB

×