Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:23 WIB
Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran
Ilustrasi pekerja imigran. (Dok. Antara).
baca 10 detik
  • Kementerian Perindustrian menyiapkan kapasitas pelatihan vokasi sebelas ribu peserta per tahun untuk calon pekerja migran di Jakarta pada Kamis, lima belas Oktober dua ribu dua puluh enam.
  • Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dan Menteri P2MI Mukhtarudin memperbarui nota kesepahaman untuk memperluas sektor pelatihan vokasi guna memenuhi pasar global.
  • Pemerintah menargetkan pelatihan seratus empat puluh ribu peserta secara nasional pada tahun dua ribu dua tujuh melalui program SMK Go Global.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan kapasitas pelatihan vokasi hingga 11 ribu peserta per tahun untuk meningkatkan keterampilan calon pekerja migran Indonesia. 

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mengatakan, fasilitas pendidikan dan pelatihan vokasi milik 

Kemenperin dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar internasional. Fasilitas tersebut mencakup balai diklat industri, politeknik, sekolah menengah kejuruan (SMK), hingga akademi komunitas.

"Ini menunjukkan komitmen dua kementerian untuk saling bersinergi dan saling menguatkan dengan satu tujuan, yaitu membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dalam Kabinet saat ini, kita tidak mengedepankan ego sektoral, tetapi saling mengisi dan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing kementerian," kata Sarmuji di Balai Diklat Industri Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Kapasitas pelatihan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia yang memenuhi kualifikasi pasar global. Sebab, kerja sama pelatihan antara Kemenperin dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada 2026 baru mencakup sekitar 1.066 peserta.

Kedua kementerian pun memperbarui nota kesepahaman (MoU) untuk memperluas cakupan sektor pelatihan. Dengan demikian, penyiapan calon pekerja migran tidak hanya berfokus pada manufaktur, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai bidang keahlian yang tersedia di lembaga pendidikan vokasi Kemenperin.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri P2MI atas kerja sama yang sudah terbangun selama ini dan akan terus kita kuatkan. Bahkan, kita melakukan adendum MoU karena ingin memperluas kerja sama, meliputi lebih banyak sektor yang dapat kita siapkan melalui balai diklat industri," ungkapnya.

Sarmuji menilai, peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi penting di tengah perubahan kebutuhan industri akibat perkembangan teknologi. 

Meski industri pengolahan nasional menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, penggunaan teknologi dalam proses produksi turut mengubah kebutuhan kompetensi dan pola penyerapan tenaga kerja.

baca juga

Di sisi lain, Indonesia memiliki bonus demografi yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di negara-negara yang mengalami penurunan jumlah penduduk usia produktif. 

Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja.

"Kalau mereka dilatih dengan baik, mereka bisa mengisi lapangan kerja di luar negeri yang memang membutuhkan tenaga kerja terampil. Pekerja yang terampil itu adalah delegasi Indonesia, mereka bisa membawa nama baik Indonesia," ucapnya Sarmuji.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengungkapkan, peluang kerja di luar negeri masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh tenaga kerja Indonesia. 

Kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang untuk memperluas penempatan pekerja migran, terutama pada sektor formal dan profesional.

"Terdapat sekitar 291 ribu peluang kerja di luar negeri pada tahun 2026 berdasarkan job order yang telah terverifikasi. Namun, baru sekitar 25 persen yang dapat kita penuhi. Artinya, peluangnya masih sangat besar, tetapi kita perlu meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar global," jelas Mukhtarudin.

Menurut Mukhtarudin, kebutuhan tenaga kerja Indonesia di luar negeri tersebar di sejumlah sektor, mulai dari manufaktur, teknologi informasi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, hingga transportasi. 

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji . [Suara.com/Bagaskara]

Negara tujuan potensial di antaranya Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, serta sejumlah negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan tersebut, pemerintah menerapkan pendekatan pelatihan berbasis permintaan pasar kerja. Dengan metode ini, pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan pemberi kerja, jenis kompetensi yang diperlukan, serta kualifikasi yang berlaku di negara tujuan.

“Metodologi yang kita pakai mulai dari ada demand dulu, kemudian kompetensi yang dibutuhkan seperti apa, baru kita latih seperti apa,” ungkap Mukhtarudin.

Pemerintah juga menargetkan pelatihan sekitar 140 ribu peserta secara nasional pada 2027 melalui program SMK Go Global. 

Program tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kemenperin, untuk meningkatkan kesiapan lulusan pendidikan vokasi memasuki pasar kerja internasional.

Pelaksanaan program itu akan didukung penguatan sertifikasi kompetensi dan pembentukan Migrant Center sebagai pusat layanan terpadu. 

Pemerintah juga menekankan pelindungan pekerja migran sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan, mengatakan kerja sama tersebut akan menghubungkan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri dengan ketersediaan lulusan pendidikan vokasi industri di dalam negeri.

“Dalam kerja sama tersebut, BPSDMI dan Direktorat Jenderal P3KLN mengidentifikasi peluang kerja sektor industri manufaktur dan/atau sektor lainnya di luar negeri dan potensi ketersediaan lulusan pendidikan vokasi industri,” pungkas Adie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesanan Ekspor Lesu, Industri Alas Kaki Nasional Masuk Zona Kontraksi

Pesanan Ekspor Lesu, Industri Alas Kaki Nasional Masuk Zona Kontraksi

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:19 WIB

Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang

Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:58 WIB

Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class

Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:36 WIB

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:33 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Sempat Lambaikan Tangan, Pria di Pesisir Barat Hilang Ditelan Ombak Ganas 4 Meter

Sempat Lambaikan Tangan, Pria di Pesisir Barat Hilang Ditelan Ombak Ganas 4 Meter

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:21 WIB

KPK Sita Rp 800 Juta yang Dikembalikan Hercules, Diduga Terkait Pengelolaan Lahan Summarecon

KPK Sita Rp 800 Juta yang Dikembalikan Hercules, Diduga Terkait Pengelolaan Lahan Summarecon

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Syariah Card Bank Mega Syariah Tumbuh 73,06 Persen, Dukung Gaya Hidup Halal

Syariah Card Bank Mega Syariah Tumbuh 73,06 Persen, Dukung Gaya Hidup Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Jebakan Halusinasi Kemenangan, Mengapa Judi Online Bikin Orang Ketagihan?

Jebakan Halusinasi Kemenangan, Mengapa Judi Online Bikin Orang Ketagihan?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Masih di Atas 97 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Masih di Atas 97 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa

Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×