- Danantara Indonesia sedang merumuskan pembentukan BUMN tekstil padat karya untuk menyerap tenaga kerja.
- COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan rencana tersebut di Hotel Fairmount Jakarta pada Senin 26 Oktober 2026.
- Inisiatif ini mencakup bisnis dari hulu hingga hilir serta opsi menyelamatkan perusahaan bermasalah dari kebangkrutan.
Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, tengah merumuskan pembentukan BUMN tekstil. Menurutnya, industri tekstil yang paling cepat untuk menyerap tenaga kerja karena merupakan sektor padat karya.
"Bapak Presiden kan inginnya industri ini memberikan employment yang besar, terutama sekali yang padat karya yang menyerap tenaga kerja banyak," ujar Dony saat ditemui di Hotel Fairmount, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Sayangnya, Dony yang juga Kepala BUMN ini tidak merinci nilai investasi pembentukan BUMN tekstil ini. Ia bilang, nilai investasi bergantung pada kebutuhan saat pembentukan.
"Jumlahnya berapa dan itu tergantung daripada kebutuhannya nanti dalam kita memulai membangun industri tekstil ini," bebernya.
![Pengunjung melihat produk kain dalam pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/77634-indo-intertex-inatex-2026-pameran-tekstil-inatex.jpg)
Dony menjelaskan, skema pembentukan BUMN tekstil juga masih terus diperbincangkan. Termasuk, opsi pengambilan perusahaan tekstil yang memang tengah kesulitan dana.
Dengan opsi ini, selain menyelematkan perusahaan dari kebangkruitan, juga bisa menyelamatkan nasib karyawan.
"Misalkan tadi kalau dia mati terjadi pengurangan karyawan yang banyak. Nah, ini kan kita harus selamatkan juga yang begitu kan. Tapi kita perbaiki bisnis modelnya dengan benar dan dengan lebih rapi," ucapnya.
Dony menuturkan, pengembangan BUMN tekstil tidak hanya sebatas di sektor hilir. Ia menambahkan, BUMN Tekstil yang dibentuk Danantara ini mencakup bisnis hulu dan hilir.
"Kita akan masuk itu di tekstil itu tidak hanya di downstream-nya, tapi mulai dari upstream-nya, midstream-nya sampai downstream-nya," pungkasnya.