Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB
Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!
Kolase Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Suara.com)
baca 10 detik
  • Muhaimin meminta Kemenkeu dan lembaga terkait tidak mencoret anggaran pemberdayaan masyarakat APBN.
  • Pemerintah menyalurkan bantuan kepada 26,8 juta keluarga miskin guna memperkuat program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan mandiri.
  • Ekosistem Makan Bergizi Gratis berhasil menyerap 1,3 juta warga miskin bekerja serta melibatkan ribuan pelaku usaha baru.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin), meminta Kementerian Keuangan serta kementerian dan lembaga lainnya yang terkait tidak lagi mencoret anggaran pemberdayaan masyarakat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Cak Imin menilai anggaran pemberdayaan masyarakat selama ini kerap dipinggirkan. Padahal, menurutnya, program tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan memperluas kesempatan usaha.

“Saya minta kepada Menteri Keuangan, saya minta kepada lembaga dan kementerian yang memegang kendali APBN, jangan lagi mencoret anggaran pemberdayaan karena anggaran pemberdayaan itu biasanya anak tiri,” ucap Cak Imin di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

"Jangan meletakkan anggaran pemberdayaan sebagai anak tiri, tapi menjadi anak Utama," Cak Imin menambahkan.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta masyarakat bersabar terkait penanganan kemiskinan yang masih berlangsung bertahap. (Suara.com/Lilis)
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta masyarakat bersabar terkait penanganan kemiskinan yang masih berlangsung bertahap. (Suara.com/Lilis)

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat.

Program pemerintah juga perlu memberikan jalan bagi penerima bantuan untuk meningkatkan keterampilan, mendapatkan pekerjaan, hingga mengembangkan usaha secara mandiri.

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pengentasan kemiskinan harus bergerak dari sekadar memberikan bantuan menuju penciptaan kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan naik kelas.

“Dua tahun terakhir dan ke depan kita harus terus mendorong rakyat menjadi pelaku utama, masyarakat yang produktif harus kita siapkan jalan keluar untuk lepas dari kemiskinan yang terus mereka hadapi. Bantuan sosial sementara, berdaya selamanya,” ujarnya.

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah menyalurkan bantuan kepada 26,8 juta keluarga miskin. Bantuan itu, lanjut Cak Imin, sekaligus memperkuat program pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

baca juga

Berbagai program tersebut, misalnya bidang pendidikan, dibangun Sekolah Rakyat yang telah memberikan akses pendidikan kepada 44.200 anak dari keluarga miskin dan terlantar.

Sementara itu, melalui ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 1,3 juta warga miskin disebut telah terserap bekerja. Menurut Cak Imin, ekosistem MBG turut membuka peluang usaha dengan melibatkan 148.500 pelaku usaha baru dan 63.100 pemasok UMKM dalam rantai pasoknya.

“Seluruh program pemerintah harus menggunakan cara kerja baru. Semua harus menuju pada DTSEN dalam mengambil keputusan apa pun, terutama menanggulangi kemiskinan dan pemberdayaan. DTSEN inilah yang akan membawa kita ke arah yang akurat dengan berbagai keadaan yang sedang terjadi,” kata Ketua Umum PKB tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Rogoh Kocek APBN Rp600 Miliar, Mentan Amran Mau Buat Koperasi Peternak Ayam dan Petani Jagung

Rogoh Kocek APBN Rp600 Miliar, Mentan Amran Mau Buat Koperasi Peternak Ayam dan Petani Jagung

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lindungi Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lindungi Rakyat

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Terkini

GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Merek Otomotif Global dan Kendaraan Terbaru

GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Merek Otomotif Global dan Kendaraan Terbaru

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

'Stop The Wedding' Lagu Siapa? Ini Penyanyinya dan Lirik Lengkapnya

'Stop The Wedding' Lagu Siapa? Ini Penyanyinya dan Lirik Lengkapnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:08 WIB

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

×