Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Achmad Fauzi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB
Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai
Kantor Pusat Grup Djarum di Kudus terkena penggeledahan KPK atas kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
baca 10 detik
  • KPK menggeledah kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus pada Rabu, 28 Oktober 2026, terkait penyidikan korupsi.
  • Manajemen Grup Djarum menyatakan bersikap kooperatif dan mengaku tidak mengetahui pokok perkara yang sedang diselidiki KPK.
  • KPK telah menetapkan delapan orang tersangka, tetapi belum ada tersangka maupun bukti keterlibatan dari pihak PT Djarum.

Suara.com - Manajemen Grup Djarum buka suara soal penggeledahan kantornya di Kudus, Jawa Tengah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Manajemen mengaku, tidak tahu terkait perkara yang tengah disidik oleh KPK.

Dalam hal ini, KPK tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan menggeledah Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, serta kantor PT Djarum pada Rabu.

"Kami tidak mengetahui duduk perkara-nya," ujar Corporate Communication Manager Grup Djarum Budi Darmawan saat dihubungi Suara.com, Rabu (28/10/2026).

Atas penggeledahan itu, Budi menyebut, Grup Djarum akan bersikap koorporatif kepada penegak hukum.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. [ANTARA/Rio Feisal]
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. [ANTARA/Rio Feisal]

"Kami menghormati dan mentaati hukum," ucapnya.

Untuk diketahui, Penggeledahan tersebut menandai babak baru penyidikan kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Bea Cukai pada Februari 2026. Perluasan penyidikan ini juga menambah sorotan terhadap pengawasan kepabeanan dan cukai, terutama setelah sejumlah pejabat Bea Cukai terseret perkara yang sama.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan yang baru dimulai pada Oktober 2026.

"Dalam pengembangan penyidikan ini, penyidik kemudian melakukan penggeledahan di Kantor Bea Cukai Kudus. Selain itu, tim juga melakukan penggeledahan di Kantor PT Djarum," kata Budi mengutip ANTARA, Rabu (28/10/2026).

Budi menegaskan, pengembangan perkara tersebut berada di luar dua pengembangan kasus yang diumumkan KPK pada 21 Juli 2026. Untuk menindaklanjutinya, KPK telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru pada Oktober 2026.

baca juga

Meski demikian, KPK belum menetapkan tersangka dalam pengembangan terbaru tersebut. Penggeledahan di kantor PT Djarum juga belum dengan sendirinya membuktikan adanya keterlibatan perusahaan dalam tindak pidana korupsi.

Meski demikian, KPK belum menetapkan tersangka dalam pengembangan terbaru tersebut. Penggeledahan di kantor PT Djarum juga belum dengan sendirinya membuktikan adanya keterlibatan perusahaan dalam tindak pidana korupsi.

Hingga 26 Agustus 2026, delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam rangkaian perkara tersebut. Mereka terdiri atas pejabat Bea Cukai dan pihak yang terkait dengan perusahaan jasa logistik Blueray Cargo.

Hingga 26 Agustus 2026, delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam rangkaian perkara tersebut. Mereka terdiri atas pejabat Bea Cukai dan pihak yang terkait dengan perusahaan jasa logistik Blueray Cargo.

  • Rizal, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
  • Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen Bea Cukai.
  • Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Penindakan II Bea Cukai.
  • John Field, pemilik Blueray Cargo.
  • Dedy Kurniawan, Manajer Operasional Blueray Cargo.
  • Andri, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo.
  • Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi Intelijen Cukai Bea Cukai.
  • Gatot Heroe Hernanda, Kepala Kantor Bea Cukai Kediri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah

KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:18 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, Kantor PT Djarum Ikut Digeledah

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, Kantor PT Djarum Ikut Digeledah

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:28 WIB

KPK Sita Dokumen Proyek Vendor dari Sestama BNPB, Usut Dugaan Konflik Kepentingan!

KPK Sita Dokumen Proyek Vendor dari Sestama BNPB, Usut Dugaan Konflik Kepentingan!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Terkini

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Sering Makan Enak tapi Jarang Gerak? Anak Muda Juga Perlu Peduli Kolesterol

Sering Makan Enak tapi Jarang Gerak? Anak Muda Juga Perlu Peduli Kolesterol

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Bosan Slasher? Ini 9 Film Folk Horror yang Cocok Ditonton saat Halloween

Bosan Slasher? Ini 9 Film Folk Horror yang Cocok Ditonton saat Halloween

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sandiwara Mangrove Massal: Selamatkan Alam atau Cuma Formalitas Pejabat?

Sandiwara Mangrove Massal: Selamatkan Alam atau Cuma Formalitas Pejabat?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:15 WIB

5 Rekomendasi Kado Pernikahan Elektronik Murah yang Tidak Murahan, Berguna untuk Pasutri Baru

5 Rekomendasi Kado Pernikahan Elektronik Murah yang Tidak Murahan, Berguna untuk Pasutri Baru

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar

Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:14 WIB

×