- Mata uang rupiah ditutup melemah ke level Rp18.187 per dolar AS pada hari Rabu, 28 Oktober 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan indeks dolar AS menjelang pertemuan FOMC dan tingginya harga minyak dunia.
- Faktor domestik seperti aksi jual bersih investor asing turut membebani pergerakan rupiah di pasar keuangan.
Suara.com - Kondisi mata uang Garuda terus tertekan di pasar keuangan hari Rabu (28/10/2026). Sentimen global dan domestik membuat rupiah belum mampu keluar dari zona pelemahan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.187 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 31 poin atau 0,17 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi kembali melemah seiring dengan penguatan indeks dolar AS.
Pelaku pasar saat ini menantikan keputusan The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung malam ini.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS oleh antisipasi sikap hawkish dari the Fed dalam pertemuan FOMC malam ini," katanya saat dihubungi Suara.com.
Selain sentimen dari Amerika Serikat, tekanan juga datang dari dalam negeri. Harga minyak yang masih tinggi serta aksi jual bersih investor asing di pasar saham domestik turut membebani pergerakan rupiah.
![Ilustrasi investor asing. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/09/21289-ilustrasi-investor-asing.jpg)
"Harga minyak yang masih tinggi dan net sell investor asing di pasar ekuitas domestik juga masih membebani. Range Rp18.100-Rp18.200," jelasnya.
Sementara itu, mata uang Asia juga cenderunh melemah. Rinciannya won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,58 persen, disusul baht Thailand yang melemah 0,22 persen, rupiah melemah 0,08 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan yuan China yang melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Dolar Taiwan menguat 0,18 persen, peso Filipina menguat 0,14 persen, ringgit Malaysia menguat 0,13 persen, yen Jepang menguat 0,01 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,008 persen terhadap dolar AS pagi ini.