- PT Avia Avian Tbk mencatat penjualan konsolidasi Rp2,3 triliun atau naik 13,9 persen pada kuartal ketiga 2026.
- Presiden Direktur Wijono Tanoko menyatakan perusahaan mengantongi laba bersih Rp1,38 triliun hingga akhir September 2026.
- Perusahaan meresmikan tiga pusat distribusi baru untuk memasok kebutuhan lebih dari 60.000 gerai toko ritel di Indonesia.
Suara.com - Emiten PT Avia Avian Tbk (kode saham: AVIA) atau Avian Brands, membuktikan resiliensi bisnisnya dengan kembali menorehkan pertumbuhan ganda (double-digit) pada kuartal ketiga tahun 2026.
Berdasarkan paparan kinerja terbarunya, Avian Brands berhasil membukukan angka penjualan konsolidasi senilai Rp2,3 triliun khusus pada periode kuartal ketiga 2026. Realisasi ini mencerminkan lonjakan sebesar 13,9 persen apabila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Konsistensi ini sekaligus menandai keberhasilan perseroan dalam menjaga tren pertumbuhan dua digit selama tiga kuartal berturut-turut di tahun ini.
Apabila ditarik lebih luas, akumulasi penjualan perseroan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026 telah menembus angka Rp6,9 triliun. Capaian top line tersebut tumbuh 16,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), yang secara langsung ditopang oleh eskalasi volume penjualan pada segmen solusi arsitektur sebesar 3,5 persen.
Kinerja impresif di garis pendapatan turut bermuara pada stabilitas profitabilitas. Hingga akhir September 2026, AVIA mengantongi laba bersih senilai Rp1,38 triliun dengan tingkat marjin laba bersih (net profit margin) yang bertengger kokoh di level 20 persen. Mempertahankan marjin di level tersebut bukanlah pencapaian yang mudah, mengingat industri manufaktur saat ini tengah ditekan oleh lonjakan harga bahan baku yang dipicu oleh konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya Iran, serta ketidakpastian rantai pasok global.
Ketahanan marjin laba ini merefleksikan kecakapan manajemen dalam meracik strategi efisiensi biaya yang ketat, sekaligus mengimbangi tingginya intensitas pengeluaran untuk aktivitas pemasaran.
Presiden Direktur PT Avia Avian Tbk, Wijono Tanoko, memaparkan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kedisiplinan eksekusi strategi yang berpusat pada kepuasan pelanggan.
“Kami terus menjalankan strategi secara konsisten untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Kedekatan dengan pelanggan, ketersediaan produk, serta kemampuan menghadirkan inovasi yang relevan menjadi fokus kami dalam memperkuat posisi Avian Brands di pasar," kata Wijono Tanoko, dalam keterangan kepada Suara.com pada Kamis (29/10/2026).
Sebagai langkah konkret dalam mengamankan ketersediaan produk, perseroan terus memacu perluasan infrastruktur logistik. Sepanjang kuartal ketiga 2026, AVIA telah meresmikan tambahan tiga pusat distribusi baru yang dikelola secara mandiri. Penambahan ini menggenapkan total pusat distribusi milik perusahaan menjadi 150 titik yang tersebar strategis di seluruh wilayah Nusantara.
Jejaring logistik yang kian masif ini memegang peranan krusial bagi kelancaran arus barang perseroan yang harus secara konsisten memasok kebutuhan lebih dari 60.000 gerai toko ritel di penjuru Indonesia. Optimalisasi operasional distribusi ini dirancang agar perusahaan mampu merespons lonjakan permintaan pelanggan dengan lebih cepat dan presisi.
Di samping penguatan infrastruktur, penetrasi pasar juga didorong melalui pembaruan portofolio produk. Didukung oleh fasilitas riset dan pengembangan (R&D) yang berorientasi pada kebutuhan riil konsumen, perseroan merilis dua varian produk inovatif baru pada kuartal ketiga. Manuver ini melengkapi daftar 11 produk baru yang sukses diluncurkan ke pasaran selama periode sembilan bulan pertama tahun 2026.
Memasuki fase akhir atau kuartal keempat 2026, manajemen menegaskan komitmennya untuk berfokus pada penguatan loyalitas pelanggan, optimalisasi jaringan distribusi, serta penerapan efisiensi operasional guna mengunci posisi sebagai pemimpin pangsa pasar industri cat dekoratif nasional.
Disclaimer: Artikel berita ini disajikan murni untuk tujuan penyampaian informasi publik terkait kinerja keuangan emiten, strategi bisnis, dan dinamika industri manufaktur di pasar modal. Seluruh isi tulisan bersifat informatif, faktual, netral, dan objektif. Tulisan ini bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual-beli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca beserta seluruh risiko finansial yang menyertainya.