- Nilai tukar rupiah menguat 47 poin ke level Rp18.137 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.
- Penguatan rupiah terjadi karena keputusan Federal Open Market Committee menahan suku bunga sehingga dolar Amerika Serikat melemah.
- Analis menilai penguatan mata uang rupiah bersifat terbatas akibat aksi jual asing serta menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup menghijau pada perdagangan, Kamis, 29 Oktober 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.137 per dolar AS, menguat 47 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.184 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terdorong sentimen keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) menahan suku bunga The Fed. Imbasnya dolar AS meloyo.
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi pasca FOMC yang sejalan dengan ekspektasi pasar dan tidak memberikan panduan kedepan terkait prospek suku bunga the Fed," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
![Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/29/98015-nilai-tukar-rupiah-ilustrasi-dolar-ilustrasi-dollar-ilustrasi-rupiah.jpg)
Namun, Lukman menilai, penguatan rupiah akan bersifat terbatas oleh sentimen aksi jual asing. Apalagi, sentimen global juga masih memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.
"Penguatan rupiah akan bersifat terbatas oleh sentimen risk off dan net sell asing di pasar domestik lalu investor menantikan data inflasi dan PDB AS yang akan dirilis malam ini serta perkembangan terkait potensi serangan militer AS terhadap Iran," bebernya.
"Fokus pasar masih tertuju pada pergerakan ekuitas domestik. Jika investor asing kembali mencatatkan net buy seperti pada Rabu, hal ini akan memberikan dukungan tambahan bagi rupiah. Mata uang Asia umumnya terpantau dibuka menguat. Range Rp18.100- Rp18.200," sambung Lukman,
Sementara itu, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,54 persen, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,39 persen.
Kemudian, peso Filipina menguat 0,30 persen, dolar Singapura menguat 0,08 persen, yuan China menguat 0,07 persen dan yen Jepang yang menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Dolar Taiwan melemah 0,37 persen, baht Thailand melemah 0,06 persen, rupee India melemah 0,06 persen dan dolar Hong Kong yang melemah 0,005 persen terhadap dolar AS.