Beda IHSG, Rupiah Justru Perkasa ke Level Rp18.137

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:04 WIB
Beda IHSG, Rupiah Justru Perkasa ke Level Rp18.137
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat 47 poin ke level Rp18.137 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Penguatan rupiah terjadi karena keputusan Federal Open Market Committee menahan suku bunga sehingga dolar Amerika Serikat melemah.
  • Analis menilai penguatan mata uang rupiah bersifat terbatas akibat aksi jual asing serta menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat.

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup menghijau pada perdagangan, Kamis, 29 Oktober 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.137 per dolar AS, menguat 47 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.184 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terdorong sentimen keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) menahan suku bunga The Fed. Imbasnya dolar AS meloyo.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi pasca FOMC yang sejalan dengan ekspektasi pasar dan tidak memberikan panduan kedepan terkait prospek suku bunga the Fed," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, Lukman menilai, penguatan rupiah akan bersifat terbatas oleh sentimen aksi jual asing. Apalagi, sentimen global juga masih memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.

"Penguatan rupiah akan bersifat terbatas oleh sentimen risk off dan net sell asing di pasar domestik lalu investor  menantikan data inflasi dan PDB AS yang akan dirilis malam ini serta perkembangan terkait potensi serangan militer AS terhadap Iran," bebernya.

"Fokus pasar masih tertuju pada pergerakan ekuitas domestik. Jika investor asing kembali mencatatkan net buy seperti pada Rabu, hal ini akan memberikan dukungan tambahan bagi rupiah. Mata uang Asia umumnya terpantau dibuka menguat. Range Rp18.100- Rp18.200," sambung Lukman,

Sementara itu, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,54 persen, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,39 persen.

Kemudian, peso Filipina menguat 0,30 persen, dolar Singapura menguat 0,08 persen, yuan China menguat 0,07 persen dan yen Jepang yang menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Dolar Taiwan melemah 0,37 persen, baht Thailand melemah 0,06 persen, rupee India melemah 0,06 persen dan dolar Hong Kong yang melemah 0,005 persen terhadap dolar AS.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

IHSG Ambruk ke 5.161, Makin Dekat ke Level Terendah Setahun!

IHSG Ambruk ke 5.161, Makin Dekat ke Level Terendah Setahun!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Terkini

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Media Asing: Taktik Kilat Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 Ditiru Timnas Spanyol

Media Asing: Taktik Kilat Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 Ditiru Timnas Spanyol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:02 WIB

Catat! 9 Rute Transjakarta Terdampak Demo di Kawasan Patung Kuda Sore Ini

Catat! 9 Rute Transjakarta Terdampak Demo di Kawasan Patung Kuda Sore Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Penjualan AVIA Tumbuh 16,7 Persen, Capai Rp6,9 Triliun di Kuartal III

Penjualan AVIA Tumbuh 16,7 Persen, Capai Rp6,9 Triliun di Kuartal III

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Sunscreen untuk Usia 40-an Sebaiknya SPF Berapa? Cek Level Terbaiknya

Sunscreen untuk Usia 40-an Sebaiknya SPF Berapa? Cek Level Terbaiknya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:59 WIB

Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol

Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV

Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:55 WIB

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Pendapatan Tembus USD122 Juta, Ekspansi Infrastruktur Kerek Kinerja Positif CDIA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:50 WIB

×