Suara.com - Menyambut HUT ke-70 Astra, PT Astra International Tbk (Astra) meluncurkan tujuh inisiatif kontribusi sosial yang menargetkan 700 Desa Sejahtera Astra di tujuh pulau di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, program ini menargetkan revitalisasi 700 posyandu, memberikan manfaat kepada 7.000 siswa melalui program revitalisasi sekolah, serta menjangkau 7.000 keluarga melalui revitalisasi bank sampah. Astra juga menargetkan 700 Desa Sejahtera Astra Go Global.
Komitmen ini turut diwujudkan melalui program sukarela Insan Astra Berbagi, yang mencakup donasi 70.000 buku, 70.000 jam pelatihan oleh Insan Astra dalam bidang literasi keuangan, keselamatan berkendara, digital, dan kepemimpinan, serta 7.000 jam kegiatan Insan Astra Membangun. Dalam kegiatan ini, Insan Astra akan berpartisipasi dalam revitalisasi posyandu dan sekolah.

“Melalui SATU Indonesia Awards dan program Kontribusi Sosial 70 tahun Astra, kami ingin terus mendorong kolaborasi antara generasi muda, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Executive in Charge Astra sekaligus Ketua Panitia HUT ke-70 Astra Boy Gemino Kalauserang.
Komitmen Astra untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat di berbagai daerah. Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan Astra yang pada 20 Februari 2027 memasuki usia ke-70 dengan mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia.”
Hampir tujuh dekade perjalanan Astra tidak hanya mencerminkan pertumbuhan perusahaan, tetapi juga upaya untuk terus memberikan manfaat bagi Indonesia. Hingga saat ini, setidaknya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif Astra di berbagai daerah, termasuk melalui program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi melalui pengembangan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Apresiasi 17th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards
Dan sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda yang menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi bagi bangsa, selain meluncurkan Program Kontribusi Sosial 70 tahun Astra, juga dilangsungkan apresiasi kepada generasi muda inspiratif melalui 17th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards.
Acara yang berlangsung di Catur Dharma Hall, Menara Astra Sudirman pada Rabu (28/10/2026) ini dihadiri oleh Presiden Direktur Astra Rudy beserta Direksi dan Eksekutif Grup Astra, Dewan Juri SATU Indonesia Awards, para finalis tahun 2026, para pimpinan media massa serta undangan lainnya.

Selaras dengan tema HUT ke-70 Astra, “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”, inisiatif para Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026 dan Program Kontribusi Sosial Astra diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
"Harapan kami, inisiatif-inisiatif ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan manfaatnya. Kami juga berharap apa yang telah kami lakukan dapat diamplifikasi oleh banyak pihak sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas," ujar Presiden Direktur Astra, Rudy.
Semangat berinovasi dan mengabdi untuk kemajuan negeri dari generasi muda semakin meningkat. Hal ini tercermin dari jumlah peserta 17th SATU Indonesia Awards yang diikuti 19.155 generasi muda atau meningkat sekitar 8% dibandingkan peserta tahun sebelumnya, sebanyak 17.708 peserta.
Setelah melalui proses penjaringan dan seleksi oleh dewan juri, terpilih 10 finalis yang lanjut ke tahap akhir untuk dipilih kembali menjadi lima penerima apresiasi. Masyarakat juga turut dilibatkan untuk memilih finalis favorit melalui pemungutan suara daring di situs astra.co.id selama 16–26 Oktober 2026.
Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026 dibagi dalam dua kategori, yaitu umum dan Desa Sejahtera Astra. Pada kategori umum ditetapkan lima penerima apresiasi. Bidang Kesehatan terdapat Andi Rizki Tenryayu, Pejuang Gizi Anak dari Bone, Sulawesi Selatan.
Lewat Gerakan Intervensi Gizi Menuju Zero Stunting (GIZI, GO!), dr. Andi menangani stunting dengan cara yang berbeda. Setiap anak dibuatkan e-profiling dengan pendekatan "Satu Anak, Satu Profil. Penanganannya ditentukan sesuai sebabnya, baik soal gizi, penanganan medis, hingga perbaikan sanitasi lingkungan. Bersama bidan desa dan kader Posyandu, program ini menjangkau 982 balita di 10 desa. Anak stunting turun 45%, dan anak berisiko stunting turun 60%.