- CEO Danantara Rosan P Roeslani menyatakan lembaganya tidak mengambil alih atau bersaing dengan proyek swasta nasional.
- Danantara melibatkan perusahaan asing dan lokal dalam proyek pengolahan sampah untuk memperkuat kapasitas perusahaan domestik.
- Rosan menekankan pentingnya stabilitas untuk menjaga kepercayaan investor asing langsung yang berorientasi pada investasi jangka panjang.
Suara.com - CEO Danantara, Rosan P Roeslani, menegaskan kehadiran Danantara bukan untuk mengambil proyek swasta di dalam negeri. Dia juga membantah Danantara merupakan saingan dari swasta untuk mendapatkan proyek.
"Perannya Danantara itu bukan mengambil alih peran dari dunia usaha, itu adalah statement yang sangat-sangat salah," ujar Rosan di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menurut Rosan, keterlibatan Danantara dalam berbagai proyek justru diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pelaku usaha, termasuk perusahaan swasta.
Salah satu contoh kolaborasi tersebut terlihat dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy.
Dalam proyek ini, perusahaan teknologi asing akan dilibatkan untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal.
![BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/25/88767-danantara.jpg)
Skema tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan bagi perusahaan dalam negeri untuk berpartisipasi, tetapi juga memperoleh transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra asing.
Dengan demikian, keterlibatan Danantara diarahkan untuk mendorong kerja sama investasi dan memperkuat kapasitas perusahaan nasional, bukan mengambil alih ruang usaha sektor swasta.
Selain menegaskan posisi Danantara dalam ekosistem investasi nasional, Rosan juga menyinggung pentingnya menjaga kepercayaan investor di tengah perhatian terhadap pergerakan pasar modal Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) memiliki karakteristik berbeda dibandingkan arus modal di pasar keuangan.
Investasi langsung umumnya berorientasi jangka panjang, sedangkan arus modal di pasar keuangan dapat bergerak lebih cepat mengikuti perubahan sentimen dan kondisi pasar.
Karena itu, menurut Rosan, stabilitas dan kepastian menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendukung keberlanjutan investasi di Indonesia.
Melalui kolaborasi antara Danantara dan sektor swasta, pemerintah diharapkan dapat mendorong realisasi proyek strategis sekaligus membuka ruang partisipasi lebih luas bagi pelaku usaha dalam negeri.