Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB
Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional
Ilustrasi keuangan syariah. [Magnific]
baca 10 detik
  • Dian Masyita dari OJK menyatakan keuangan syariah Indonesia menunjukkan peningkatan tren dengan total aset mencapai Rp3.264 triliun pada Juni 2026.
  • Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara nomor satu dalam sektor keuangan syariah global pada tahun 2029 sesuai Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia.
  • Sistem keuangan syariah yang universal diharapkan mampu berkontribusi pada pencapaian sasaran pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Suara.com - Keuangan syariah yang terus berkembang di Indonesia punya peluang besar untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Daya tariknya, menjadi salah satu pendorong transformasi ekonomi Indonesia melalui penguatan industri keuangan, perluasan akses layanan.

Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (KPKS OJK), Dian Masyita, menilai perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan. Hal itu terlihat dengan pengembangan keuangan syariah yang semakin cepat dan canggih.

"Nah, kalau dilihat dari peluang dari tahun ke tahun, kalau saya bicara mengenai keuangan syariah itu meningkat. Jadi, walaupun peningkatannya itu tipis, paling tidak itu memberikan semangat kita bahwa potensi yang sangat besar itu bisa secara perlahan dicapai," ujar Dian saat paparan Kick Off BCA Syariah Journalist Competition 2026.

Selain itu, potensi keuangan syariah tidak hanya terletak pada pertumbuhan industri, tetapi juga pada kemampuannya menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Karena itu, pengembangan produk dan layanan keuangan syariah terus digenjot agar semakin mudah diakses, relevan, serta kompetitif.

"Tentu industri keuangan syariah terus tumbuh, tipis tetapi masih optimis di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Nah kemudian kebutuhan masyarakat beragam, produk-produknya bisa kita lihat, layanan yang mudah diakses, relevan, kompetitif dan sesuai dengan syariah," bebernya.

Dari sisi kontribusi terhadap ekonomi nasional, keuangan syariah juga menawarkan prinsip yang bersifat universal.

Nilai keadilan, transparansi, dan kepastian dalam sistem keuangan syariah dinilai dapat menjadi alternatif layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat.

baca juga

"Sistem keuangan syariah menawarkan asas keadilan, transparansi, serta kepastian yang sifatnya universal. Konsep ini dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terbatas pada latar belakang tertentu," bebernya.

Keuangan Syariah Masuk Agenda Besar Ekonomi Nasional

Penguatan ekonomi dan keuangan syariah juga menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan nasional.

Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026, terdapat sejumlah sasaran pembangunan, mulai dari peningkatan pendapatan per kapita setara negara maju, pengurangan kemiskinan, peningkatan kepemimpinan Indonesia di tingkat internasional, hingga penguatan daya saing sumber daya manusia dan penurunan intensitas emisi menuju net zero emission.

"Jadi dalam visi RPJMN 2026 ini ada sasaran visi dimana sasaran itu tentu ada pendapatan perkapitas setara negara maju, kemudian ada kemiskinan menurun dan berkurang, kepemimpinan pengandungan internasional meningkat, daya saing SDM meningkat, intensitas emisi menurun menuju net zero emission dan sebagainya," bebernya.

Menurut Dian, peningkatan posisi Indonesia di tingkat global masih menjadi pekerjaan yang perlu diperkuat. Meski demikian, pemerintah terus menggenjot dan memperbaiki pengembangan industri dan penguatan keuangan syariah nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Kasih Sanksi Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Pihak yang Terlibat

OJK Kasih Sanksi Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Pihak yang Terlibat

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:33 WIB

Meski Tak Takut Ancaman MSCI, Prabowo Diklaim Tetap Dukung Reformasi Pasar Modal

Meski Tak Takut Ancaman MSCI, Prabowo Diklaim Tetap Dukung Reformasi Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:59 WIB

Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market

Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:33 WIB

OJK Periksa Saham HSC, Identitas Emiten yang Diduga Melanggar Sudah Dikantongi

OJK Periksa Saham HSC, Identitas Emiten yang Diduga Melanggar Sudah Dikantongi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:30 WIB

OJK Bantah Sanksi BREN, DSSA dan CUAN setelah MSCI Lempar Ancaman

OJK Bantah Sanksi BREN, DSSA dan CUAN setelah MSCI Lempar Ancaman

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Terkini

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

×