- Layanan digital dan ATM PT Bank MNC Internasional Tbk lumpuh total serta memicu antrean panjang nasabah sejak Senin, 2 November 2026.
- MNC Bank memberlakukan kebijakan pembatasan penarikan dana tunai di kantor cabang Kebon Sirih, Jakarta Pusat, maksimal Rp2 juta per hari.
- Manajemen MNC Bank menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan menyatakan bahwa proses pemulihan sistem transaksi masih terus dilakukan.
Suara.com - Belakangan,PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) ramai diperbincangkan usai ada dugaan lumpuhnya layanan pemindaian kode QRIS dan transaksi digital lainnya berujung pada kekacauan operasional. Situasi kian diperparah dengan adanya regulasi darurat dari pihak bank yang membatasi penarikan dana tunai nasabah di kantor cabang dengan nominal yang sangat minim, yakni maksimal Rp2 juta per hari.
Kegaduhan berskala besar ini pertama kali mencuat dan menjadi topik viral di jagat media sosial Threads pada Senin (2/11/2026). Seorang pengguna dengan identitas akun @nov******ao meluapkan rasa frustrasinya lantaran akses terhadap dana pribadinya diblokade oleh keterbatasan sistem bank.
Dalam narasinya, ia membeberkan pengalaman pahit saat harus mendatangi kantor pusat MNC Bank yang berlokasi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, demi mendapatkan uang tunai untuk kebutuhan mendesak.
Langkah mendatangi kantor cabang tersebut terpaksa ia ambil karena seluruh instrumen transaksi digital yang terpasang di ponsel pintarnya gagal berfungsi total.
Pemblokiran fungsi ini mencakup kegagalan transfer antarbank, tidak berfungsinya layanan pembayaran menggunakan fasilitas QRIS yang menjadi andalan transaksi harian masyarakat urban, hingga matinya akses penarikan fisik melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Harapan nasabah untuk dapat mencairkan dananya secara manual di loket teller langsung hancur ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa pihak bank memberlakukan kebijakan pembatasan penarikan uang yang sangat ketat.
"Bayangin lagi butuh duit ..yg mana duitnya yg mau diambil itu duit kita sendiri tapi dibatasi cuma 2 juta per hari. Buang-buang waktu tenaga dan bensin tiap hari kesini buat ngosongin saldo, gak percaya lagi dah pakai bank ini,"
Demi membuktikan bahwa keluhannya merupakan fakta lapangan dan bukan sekadar berita bohong, pengunggah turut melampirkan sebuah bukti rekaman video amatir.
Tayangan tersebut merekam dengan jelas suasana ruang pelayanan (banking hall) yang dipenuhi oleh deretan nasabah yang tengah duduk mengantre dengan raut wajah tegang menunggu giliran di depan loket pelayanan, lengkap dengan identitas MNC Bank yang terlihat jelas di dalam ruangan.
Kelumpuhan fitur QRIS dan pembatasan dana tunai ini memantik gelombang protes yang meluas di berbagai platform. Ketiadaan fungsi QRIS secara otomatis memaksa nasabah untuk menggunakan uang kartal, namun pasokan uang kartal itu sendiri justru ditahan oleh pihak perbankan.
Buruknya penanganan informasi dari pusat layanan pelanggan (Call Center) membuat tingkat kepercayaan nasabah merosot tajam. Pemilik akun @fuji****tika98 turut menyuarakan kekesalan serupa terkait matinya aplikasi MotionBank.
"Ini MNC BANK gila ya, aplikasi Motion nggak bisa sama sekali baik itu transfer/top up/qris/atm/atm bersama. Kemarin langsung ke teller mau narik semua dan cuman bisa ditarik 2jt dengan alasan duit yg tersedia sedikit orang pada narik semua. Ini duit nasabah bukan duit lu pada. Call center di tlfn nggak jawab, di chat nggak balas, kolom komentar di matiin. Nggak ada kejelasan sedikit pun. Kalau lu gonjang ganjing jangan ngajakk" gw @motionbankid @motion.bank.official @officialmncbank," tulis akun terkait.
Seiring berjalannya waktu, durasi gangguan teknis ini menjadi tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar dan publik luas. Kelumpuhan pada infrastruktur pembayaran digital ini diyakini tidak terjadi secara tiba-tiba dalam semalam. Salah satu akun dengan nama zulh****ya memberikan kesaksian bahwa sistem perbankan tersebut telah bermasalah sejak beberapa hari sebelumnya, yang membuat nasabah benar-benar terisolasi dari akses keuangan mereka sendiri.
"Dari semalam sampai pagi ini (2 November 2016), m banking MNC Bank gabisa dipakai transfer, QRIS, dll. Beberapa nasabah bahkan gabisa akses sejak tgl 28 Oktober kemarin. Bahkan, untuk tarik tunai di mesin ATM dan teller masih banyak yg kesulitan. Kalo ada yg berhasil, maksimal cuma bisa narik 2 juta di teller. Bener-bener merepotkan nasabah. Ada masalah apa dah lu, MNC Bank? Gaada duit cash di Bank? " timpalnya.
Gangguan yang berlarut-larut pada fitur pembayaran dasar seperti QRIS, yang diikuti dengan pembatasan penarikan uang tunai dalam jumlah kecil, secara cepat dikaitkan dengan rumor negatif terkait stabilitas fundamental dan kesehatan likuiditas bank. Ketakutan akan terjadinya fenomena penarikan dana besar-besaran (bank run) langsung disuarakan oleh warganet, salah satunya melalui cuitan akun Rakjat semesta.
"Yang kerja di Bank tolong bagi infonya ini kenapa Nasabah Bank MNC kesulitan tarik dana dari bank? Sampai dibatasi penarikan max 2 juta. Bahkan tidak bisa transfer antar bank. Tidak bisa membayangkan uang hasil kerja keras milik sendiri malah tdk diakses. Liquiditas tidak ada? Bank run? Atau krisis ekonomi sudah didepan mata"
Dihadapkan pada eskalasi krisis komunikasi dan kepanikan nasabah yang terus membesar, manajemen MNC Bank akhirnya merilis pernyataan tertulis.
Melalui balasan di akun media sosial resminya, pihak otoritas bank membenarkan eksistensi kendala teknis pada sistem transaksi mereka dan berupaya menenangkan nasabah yang aktivitas finansialnya lumpuh total.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami,Kak. Kami memahami bahwa kendala transaksi ini sangat mengganggu aktivitas dan kebutuhan finansial Kak. Saat ini layanan transaksi sedang mengalami kendala dan proses pemulihan masih berlangsung. Kami terus melakukan upaya penanganan agar layanan dapat kembali normal secepatnya. Setiap perkembangan akan kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi MNC Bank. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian Kak"