Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 03 November 2026 | 13:47 WIB
Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan
Clarentia Prameta, Co-founder sekaligus Kepala Sekolah Bina Musik Jakarta. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Perjalanan Clarentia Prameta di dunia musik bukan sekadar kisah tentang pencapaian artistik, melainkan juga tentang ketekunan, kepedulian, dan keberanian untuk terus berkarya di tengah keterbatasan. Sebagai Co-founder sekaligus Kepala Sekolah Bina Musik Jakarta, Clarentia membangun institusi pendidikan musik premium ini dari nol hingga berkembang menjadi sekolah musik dengan lebih dari 500 murid dalam enam tahun, termasuk melewati tantangan pandemi.

Ketertarikannya pada musik bermula dari piano. Clarentia menempuh pendidikan di Yayasan Pendidikan Musik hingga tingkat Pre-Konservatorium 3. Namun, semasa sekolah, ia menemukan kecintaan yang lebih besar pada dunia paduan suara. Ketertarikan tersebut membawanya mengikuti audisi Twilite Chorus, paduan suara yang bernaung di bawah Twilite Orchestra.

Pengalaman itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Clarentia terpilih sebagai satu dari enam solois dalam tur A Musical Moment, yang membawa lagu-lagu musikal ke tujuh kota di Indonesia. Pengalaman tampil di berbagai kota semakin memperkuat keinginannya untuk mendalami musik secara profesional.

Clarentia kemudian melanjutkan pendidikan vokal klasik di Prayner Conservatory, Wina, Austria. Namun, di tengah masa studinya, ia menghadapi tantangan besar ketika didiagnosis mengidap Systemic Lupus Erythematosus (SLE), sebuah penyakit autoimun kronis. Kondisi tersebut mengubah perjalanan hidupnya, tetapi tidak memadamkan semangatnya untuk berkarya dan berkontribusi melalui musik.

Di tengah perjuangannya, Clarentia justru menginisiasi berbagai kegiatan yang mempertemukan musik, pendidikan, dan pertukaran budaya. Ia menggagas konser tahunan Senandung di Wina sebagai wadah pertukaran budaya antara musisi Indonesia dan Austria. Bersama beberapa temannya, ia juga menginisiasi Prospettiva Music Camp, sebuah program yang menghadirkan musisi Indonesia yang berkarier di Eropa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan masyarakat musik di Indonesia.

Bagi Clarentia, pengalaman hidup bersama lupus juga membentuk perspektifnya mengenai makna keberanian dan harapan. “Lupus adalah bagian dari hidup saya, tapi tidak menentukan arah hidup saya,” ujarnya. Ia berharap para penyintas lupus, atau Odapus, serta mereka yang hidup dengan penyakit autoimun lainnya dapat terus memelihara harapan dan berani menjadi inspirasi bagi orang lain.

Komitmennya terhadap pendidikan berlanjut ketika, pada 2022, Clarentia memperoleh beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi di King’s College London. Ia menyelesaikan pendidikannya dengan predikat distinction. Pengalaman akademik tersebut memperkaya perspektifnya mengenai hubungan antara pendidikan, seni, dan kebudayaan, yang kemudian menjadi bekal dalam mengembangkan pendidikan musik di Indonesia.

Kepeduliannya terhadap pendidikan anak juga diwujudkan melalui buku lagu Siklus 7 Lagu untuk Anak. Karya ini lahir dari keprihatinannya terhadap terbatasnya pilihan lagu anak yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka. Melalui karya tersebut, Clarentia ingin menghadirkan materi musikal yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga relevan bagi perkembangan anak.

Kini, Clarentia kembali menjalankan perannya sebagai Kepala Sekolah Bina Musik Jakarta. Di tengah tanggung jawabnya dalam mengembangkan institusi pendidikan musik, ia tetap aktif memberikan lokakarya di bidang vokal dan pendidikan musik. Baginya, musik bukan hanya tentang keterampilan dan pencapaian di atas panggung, melainkan juga sarana untuk berbagi dan membangun karakter.

baca juga

Dari panggung konser hingga ruang kelas, dari Wina hingga Jakarta, perjalanan Clarentia menunjukkan bahwa berkarya tidak selalu berarti berjalan tanpa hambatan. Justru melalui tantangan, ia menemukan cara untuk terus bertumbuh dan memberi manfaat bagi orang lain. Musik, pendidikan, dan kepedulian sosial menjadi benang merah yang menyatukan perjalanan hidupnya yang terus berkembang, melampaui batas-batas yang pernah ia hadapi.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:26 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Bawa Lagu Legendaris The Beatles dan Queen

35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Bawa Lagu Legendaris The Beatles dan Queen

Foto | Senin, 02 November 2026 | 09:00 WIB

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:57 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:47 WIB

PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

PNM Hadirkan Akses Air Bersih, Jaga Harapan Masyarakat di Tengah Keterbatasan

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:46 WIB

Tren Stop the Wedding: Bukti Remaja Takut Menikah atau Sikap Realistis?

Tren Stop the Wedding: Bukti Remaja Takut Menikah atau Sikap Realistis?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:45 WIB

Piala Asia 2027 Ditunda, Jadi Digelar 23 Desember-21 Januari 2028

Piala Asia 2027 Ditunda, Jadi Digelar 23 Desember-21 Januari 2028

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:41 WIB

BPS Akui Sektor Pariwisata dan Industri Hotel RI Anjlok Imbas Karhutla

BPS Akui Sektor Pariwisata dan Industri Hotel RI Anjlok Imbas Karhutla

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:37 WIB

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:30 WIB

Seni dan Hiburan di Tengah Derita Gaza, Ini Alasan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli

Seni dan Hiburan di Tengah Derita Gaza, Ini Alasan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:24 WIB

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:23 WIB

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

×