- Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari delapan persen pada Rabu akibat kekalahan Partai Republik.
- Kekalahan pemilu sela AS mengalihkan kendali Kongres ke Partai Demokrat dan memperbesar peluang diplomasi damai.
- Penurunan tajam harga minyak tersebut mencatatkan level terendah dalam dua bulan terakhir sejak 31 Agustus.
Qatar kini meningkatkan peran mediasi untuk mencegah pemburukan situasi pascapemilu AS. Meski demikian, pejabat senior Iran menyebut posisi Iran dan AS masih jauh dari kata sepakat.
![Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/27/40584-harga-minyak-dunia-fasilitas-minyak-mentah.jpg)
Senior Analyst Enverus, Carl Larry, juga menilai risiko eskalasi konflik dalam jangka pendek masih lebih tinggi dibanding peluang penyelesaian damai.
Berdasarkan data Vortexa, ekspor minyak mentah, kondensat, dan produk olahan dari kawasan Teluk (tidak termasuk LPG) rata-rata mencapai 17,1 juta barel per hari (bpd) pada Oktober.
Angka ini turun dari 18,9 juta bpd pada September, namun masih berada di kisaran 75 persen dari volume sebelum perang.
Untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz, Uni Emirat Arab dilaporkan sedang mempertimbangkan pembangunan jalur pipa minyak ketiga.
Dari dalam negeri AS, Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah sebesar 865.000 barel menjadi 409,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 30 Oktober.
Angka ini berbanding terbalik dengan proyeksi analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 877.000 barel. Stok bensin dan distilat AS juga tercatat mengalami penurunan pada periode yang sama.