- Badan Pusat Statistik melaporkan sektor industri manufaktur Indonesia mengalami penguatan pada triwulan III tahun 2026.
- Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik menyatakan Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis berada pada level 52,75 persen.
- Capaian indeks tersebut menunjukkan sektor industri manufaktur nasional berada dalam fase ekspansi dibandingkan periode sebelumnya.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor industri manufaktur Indonesia menunjukkan tren penguatan pada triwulan III 2026 atau periode Juli-September.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edhy Mahmud mengatakan kalau Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) tercatat di level 52,75 persen pada kuartal III 2026.
"Pada triwulan III tahun 2026 IKBM tercatat sebesar 52,75 yang menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur berada pada fase ekspansi dan menguat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya," kata Edhy dalam konferensi pers yang dipantau virtual, dikutip Jumat (6/11/2026).
Dalam paparannya, IKBM triwulan III 2026 naik tipis 0,08 dibanding triwulan II 2026 sebesar 52,67 persen. Edy mengatakan IKBM di atas 50 menunjukkan sinyal ekspansi dan optimisme prospek bisnis bagi pelaku industri manufaktur.
Komponen pembentuk indeks yang mengalami ekspansi di triwulan III 2026 yakni produksi dengan level 55,04, pesanan dengan level 54,72, stok dengan level 51,81, dan tenaga kerja dengan level 50,14.
Sementara itu komponen waktu kirim mengalami kontraksi dengan level 49,08 di triwulan III 2026.

Sebagai informasi, data IKBM ini diestimasi pada level nasional dan disusun berdasarkan hasil Survei Industri Besar dan Sedang (IBS) yang diselenggarakan secara triwulanan oleh BPS. Survei ini secara spesifik mencakup sampel pada industri pengolahan skala besar dan skala sedang.
Dalam metodologi penarikan datanya, BPS menerapkan metode pendataan menyeluruh (take all) untuk pemilihan sampel pelaku industri yang beroperasi di dalam Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Sementara itu, untuk pelaku industri yang berada di luar kawasan tersebut (non-kawasan), pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode probabilistic sampling.