Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD mendapat kritik dari politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal.
Politisi PKS yang juga anggota DPR RI itu mengatakan bahwa pidato Jokowi terkesan hanya memuji diri sendiri (pemerintah).
"Banyak bunga-bunga yang disampaikan oleh Pemerintah. Memuji diri sendiri. Itu saya kira bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri. Namun, semua itu juga harus disertai dengan angka-angka yang lebih objektif dan berimbang," ujarnya.
Mustafa menyebut bahwa dalam pidato Jokowi banyak persoalan dalam negeri yang masih jadi sorotan seperti kasus di Papua atau kasus di tubuh Mabes Polri terkait kasus pembunuhan Brigadir J.
"Kita punya masalah di lembaga-lembaga negara kita, termasuk yang sekarang sedang ramai dan (rasanya) memerlukan reformasi adalah Kepolisian Republik Indonesia, yang dirundung permasalahan berat terkait integritas," terangnya.
Mustafa juga singgung soal data pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Jokowi.
"Angka-angka pertumbuhan ekonomi yang tadi disebut Presiden, sebenarnya masih dalam proses yang sangat turbulensi. Jangan salah, pertumbuhan ekonomi kita bisa terkoreksi lagi. Utang negara masih besar," tambahnya.
Tak hanya soal perekonomia, Musfata juga menyebut bahwa ada hal ironis kondisi para petani saat ini. Ditegaskan oleh Mustafa, bahwa banyak masalah yang harus diselesaikan masih banyak.
Baca Juga: Jokowi Tidak Singgung Sederet Hal Ini di Pidato Kenegaraan Tadi Pagi