Pengakuan Komandan Polisi Soal Tembakan Gas Air ke Arah Tribun Penonton: Saya yang Perintahkan!

Blitz

Kamis, 06 Oktober 2022 | 00:34 WIB
Pengakuan Komandan Polisi Soal Tembakan Gas Air ke Arah Tribun Penonton: Saya yang Perintahkan!
gas air mata

Ia tak pernah membayangkan instruksi kepada anak buahnya menjadi penyebab ratusan orang meninggal dunia di tribun penonton. 

Si komandan polisi mengakui bahwa dirinya yang memberikan perintah untuk menembakkan gas air mata ke arah suporter di tribun stadion. 

"Saya memerintahkan tabung gas air mata untuk ditembakkan ke tribun. Saya tidak mengatakan berapa banyak. Saya tidak pernah membayangkan konsekuensi yang menghancurkan itu," ucap Komandan Jorge de Azambuja mengutip dari revistalibero.com

Jorge de Azambuja ialah komandan polisi yang bertanggung jawab pada keamanan di Stadion Nacional, Peru, tempat pecahnya tragedi yang menewaskan 328 suporter pada 24 Mei 1964. 

Tragedi di Stadion Nacional Peru menjadi sejarah kelam dunia sepak bola internasional. Sampai saat ini tragedi tersebut jadi insiden berdarah dengan korban jiwa tertinggi dalam sejarah sepak bola dunia. 

Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang tewaskan 131 orang berada di tempat kedua. Kedua tragedi mengenaskan dari dunia sepak bola ini sama-sama disebabkan adanya tembakan gas air mata yang dilakukan polisi ke arah tribun penonton. 

de Azambuja beralasan perintahnya untuk tembakkan gas air mata ke arah penonton untuk mencegah suporter turun ke lapangan. 

Peristiwa berdarah di Estadio Nacional terjadi saat laga Peru vs Argentina pada babak kualifikasi kedua zona Conmebol Olimpiade Tokyo. 

Insiden berdarah di Peru itu berawal dari keputusan wasit untuk menganulir gol tim tuan rumah. Sebelum keputusan wasit tersebut, kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama.

baca juga

Pada babak kedua, Argentina unggul 1-0 lewat gol Nestor Manfredi. Memasuki pertengahan babak kedua, Peru berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Victor Lobaton. Namun gol itu kemudian dianulir oleh wasit asal Uruguay, Angel Eduardo Pazos. 

Pazos menganulir gol itu karena menganggap terjadi pelanggaran terlebih dahulu sebelum Lobaton merobek gawang Argentina. Putusan ini diprotes pemain dan suporter Peru. 

Suasan makin panas memasuki menit-menit akhir pertandingan. Puncaknya, pria bernama Víctor Vásquez yang kemudian dikenal dengan sebutan Negro Bomba turun ke lapangan. 

Víctor Vásquez berusaha menyerang wasit Pazos dengan pecahan botol. Namun usahanya dicegah aparat keamanan. Panitia pertandingan kemudian memutuskan untuk menghentikan laga karena merasa tidak ada jaminan keamanan. 

Putusan ini makin membuat kondisi tribun memanas. Botol, kursi serta kayu dilempar para suporter ke arah lapangan. Sejumlah suporter juga berhasil meringsek masuk ke dalam lapangan. 

Kepolisian Peru kemudian melepaskan anjing dan mulai menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton. Kepanikan pecah, para suporter berusaha untuk keluar stadion. Nahas buar mereka pintu stadion tertutup rapat. 

Jika di Stadion Kanjuruhan, gate 13 menjadi tempat paling banyak jatuh korban jiwa maka di Estadio Nacional, area keluar tribun utara tepatnya di gate 10, 11 dan 17 menjadi kuburan bagi banyak suporter pada hari itu. 

"Banyak wanita dan anak-anak bergelimpangan kehabisan nafas dan terinjak-injak oleh para suporter lain yang panik. Teriakan minta tolong para korban sangat menyayat hati," tulis salah satu media lokal Peru. 

Pasca insiden itu, pemerintah Peru umumkan 7 hari masa berkabung nasional. Beberapa bulan setelah insiden, Komandan Azambuja mendapat hukuman 30 bulan penjara. 

Salah satu hakim yang bertugas menyelidiki tragedi ini, Benjamin Castaneda bertahun-tahun setelahnya mengungkap fakta lain bahwa jumlah korban jiwa lebih banyak dari catatan pemerintah Peru. 

Dalam laporan yudisial yang ia terbitkan bahwa pemerintah tidak mencantumkan atau menghilangkan jumlah korban tewas akibat tembakan peluru tajam oleh aparat kepolisian. 

Castaneda kemudian menunjuk bahwa orang yang paling bertanggung jawab pada tragedi ini ialah Juan Languasco, menteri dalam negeri Peru yang memiliki tanggung jawab penuh pada kepolisian. 

Sayangnya ofisial pertandingan pada tragedi itu sampai sekarang tidak pernah didakwa secara hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lirik Lagu "Kanjuruhan" Iwan Fals Mengisahkan Kesedihan Tragedi Kanjuruhan

Lirik Lagu "Kanjuruhan" Iwan Fals Mengisahkan Kesedihan Tragedi Kanjuruhan

Tangsel | Rabu, 05 Oktober 2022 | 23:29 WIB

Malam Jahanam di Pintu 13, Cerita Detik-detik Jelang Tragedi Kanjuruhan dari Luar Tribun

Malam Jahanam di Pintu 13, Cerita Detik-detik Jelang Tragedi Kanjuruhan dari Luar Tribun

Malang | Rabu, 05 Oktober 2022 | 22:54 WIB

Tim Investigasi Polri Periksa 31 Polisi Terkait Tragedi Kanjuruhan Malang

Tim Investigasi Polri Periksa 31 Polisi Terkait Tragedi Kanjuruhan Malang

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 22:47 WIB

Viral Lagu Iwan Fals untuk Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan, Warganet Sampai Teteskan Air Mata

Viral Lagu Iwan Fals untuk Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan, Warganet Sampai Teteskan Air Mata

Depok | Rabu, 05 Oktober 2022 | 22:38 WIB

Haris Azhar : Tragedi Kanjuruhan adalah Pelanggaran HAM

Haris Azhar : Tragedi Kanjuruhan adalah Pelanggaran HAM

Purwokerto | Rabu, 05 Oktober 2022 | 22:08 WIB

Raja Charles III dan Permaisuri Camilla Turut Berduka Cita Atas Tragedi Kanjuruhan

Raja Charles III dan Permaisuri Camilla Turut Berduka Cita Atas Tragedi Kanjuruhan

Entertainment | Rabu, 05 Oktober 2022 | 21:51 WIB

Terkini

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:55 WIB

3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna

3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:52 WIB

Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat

Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:50 WIB

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:47 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Ledakan Pengangguran: Membaca Persoalan di Balik Ketergantungan pada MBG

Ledakan Pengangguran: Membaca Persoalan di Balik Ketergantungan pada MBG

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

Film Kriminal Korea Scandal Rampung Syuting, Siap Tayang 2027

Film Kriminal Korea Scandal Rampung Syuting, Siap Tayang 2027

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:37 WIB