Suara.com - Meski termasuk di antara 32 kontestan putaran final Piala Dunia (PD) 2014, Kosta Rika mungkin bisa dikatakan sebagai yang paling tak diperhitungkan di Brasil. Walau pernah menempati posisi ke-17 peringkat FIFA (Mei 2003), pada awal Mei 2014 mereka hanya duduk di peringkat ke-34 FIFA.
Termasuk tahun ini, Kosta Rika baru empat kali merasakan ikut PD (sebelumnya pada 1990, 2002 dan 2006), dengan pencapaian terbaik hanya masuk 16 Besar di PD 1990. Namun untuk lingkup persepakbolaan Amerika Utara, mereka sebenarnya cukup kuat dan diperhitungkan, dengan prestasi empat kali menjuarai Piala Emas (CONCACAF).
Tidak ada pemain yang menonjol di tim ini, dengan kebanyakan di antara mereka bermain di dalam negeri dan di Amerika Serikat (AS). Hanya ada beberapa nama yang bermain di luar negeri, serta segelintir saja yang terdaftar di liga-liga utama Eropa --itu pun tidak di tim besar atau tidak menempati posisi reguler di timnya.
Perjalanan Tim:
Perjalanan Kosta Rika menuju Brasil diawali pada Juni 2012, dengan hasil imbag 2-2 kontra El Salvador. Setelah itu, mereka lalu meraih kemenangan 4-0 atas Guyana, namun pada September harus kalah dua kali di tangan Meksiko dengan 0-2 dan 0-1. Mereka lantas mampu bangkit kembali pada Oktober, dengan menang 1-0 atas El Salvador sebelum lantas memastikan lolos ke putaran berikutnya dengan menghajar Guyana 7-0.
Pada putaran berikutnya (putaran keempat CONCACAF) yang digelar mulai Februari 2013, Kosta Rika mengawalinya dengan imbang 2-2 kontra Panama. Lalu mereka kalah 0-1 dari AS, sebelum lantas menang 2-0 di kandang atas Jamaika. Berikutnya, mereka juga menang 1-0 atas Honduras, imbang 0-0 dengan Meksiko, lalu menang 2-0 atas Panama. Pada September, mereka akhirnya membalas dendam atas AS dengan menang 3-1 di kandang.
Di laga terakhirnya pada 10 September 2013, Kosta Rika hanya mampu main imbang 1-1 kontra Jamaika. Hasil ini membuat mereka hanya mampu finish di posisi kedua kualifikasi terakhir dengan poin 18, di bawah AS yang memuncaki klasemen dengan poin 22. Namun bersama AS dan juga Honduras (posisi 3), mereka lolos otomatis ke Brasil, sementara Meksiko yang ada di posisi keempat justru harus menjalani playoff dulu melawan wakil zona Oceania.
Pemain Bintang:
Di timnas Kosta Rika saat ini, bisa dikatakan tidak ada pemain yang dikenal luas oleh khalayak. Bahkan penyerang veteran pencetak gol terbanyaknya saat ini, Alvaro Saborio, hanyalah pemain klub Real Salt Lake di Liga Sepakbola AS. Nama lain yang mungkin cukup bisa diketengahkan adalah kapten tim bernomor punggung 10, Bryan Ruiz, yang saat ini bermain di PSV Eindhoven.
Pelatih:
Pelatih Kosta Rika saat ini, Jorge Luis Pinto, sebenarnya dulu juga sudah sempat bertugas pada 2004-2005, namun bisa dikatakan gagal. Sosok kelahiran 16 December 1952 asal Kolombia ini lantas sempat melatih klub, juga kemudian timnas Kolombia, sebelum akhirnya pada 2011 ditunjuk lagi melatih Kosta Rika.
Skuad Kosta Rika:
Penjaga gawang: Keilor Navas (Levante), Patrick Pemberton (Alajuelense), Daniel Cambronero (Herediano)
Pemain bertahan: Johnny Acosta (Alajuelense), Giancarlo Gonzalez (Columbus Crew), Michael Umana (Saprissa), Oscar Duarte (Club Bruges), Waylon Francis (Columbus Crew), Heiner Mora (Saprissa), Junior Diaz (Mainz 05), Cristian Gamboa (Rosenborg), Roy Miller (New York Red Bulls)
Gelandang: Celso Borges (AIK Stockholm), Christian Bolanos (FC Copenhagen), Oscar Esteban Granados (Herediano), Michael Barrantes (Aalesund), Yeltsin Tejeda (Saprissa), Diego Calvo (Valerenga Oslo), Jose Miguel Cubero (Herediano)
Striker: Bryan Ruiz (PSV Eindhoven), Joel Campbell (Arsenal), Randall Brenes (Cartagines), Marco Urena (FC Kuban Krasnodar).