Tim Italia

Reky Kalumata

Jum'at, 06 Juni 2014 | 05:50 WIB
Tim Italia
Timnas Italia [Reuters/Giampiero Sposito]

Suara.com - Italia adalah tim tersukses kedua dalam sejarah perhelatan Piala Dunia (PD) setelah Brasil, dengan prestasi empat kali menggenggam trofi juara. Setelah menjuarainya untuk pertama kali pada 1934 ketika menjadi tuan ruah, Italia kembali juara pada PD 1938, 1982, lalu pada tahun 2006.

Dinilai sebagai salah satu kekuatan utama sepakbola dunia, Liga Italia (Serie A) pun pernah diibaratkan sebagai kiblat persepakbolaan. Meskipun beberapa tahun belakangan hal itu tidak berlaku lagi, seiring menurunnya prestasi klub-kub Italia di kancah Eropa khususnya, sementara Liga Inggris dan Liga Spanyol dianggap lebih menarik sekaligus memiliki tim-tim lebih kuat.

Walau demikian, dengan mampu menjadi runner-up di ajang Euro 2012 lalu, kekuatan Italia pastinya tetap diwaspadai oleh tim-tim lain. Di lini depan tim berjulukan Azzurri itu, saat ini setidaknya masih ada nama-nama seperti Mario Balotelli, Giuseppe Rossi, Mattia Destro, juga anak-anak muda bertenaga macam Lorenzo Insigne dan Stephan El Shaarawy.

Sementara di lini tengah Italia, sejauh ini masih ada pemain veteran Andrea Pirlo, yang dibantu pemain-pemain seperti Daniele De Rossi, Riccardo Montolivo, Claudio Marchisio, atau juga Thiago Motta. Begitu pun di lini belakang, masih ada pemain seperti Andrea Ranocchia, selain trio Juventus (Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli dan Leonardo Bonucci), plus kiper veteran yang juga menjaga gawang Juve, Gianluigi Buffon.


Perjalanan Tim:

Menghuni Grup B di kualifikasi PD 2014 zona Eropa (UEFA) lalu, Italia berhasil keluar sebagai pemimpin klasemen yang sekaligus lolos secara otomatis. Meraih 22 poin dari 10 pertandingan, mereka unggul cukup jauh atas Denmark di posisi kedua maupun Ceko di urutan ketiga yang dipastikan tidak lolos.

Italia mengawali kualifikasinya pada September 2012 di kandang Bulgaria dengan hasil imbang 2-2, sebelum beberapa hari kemudian menekuk Malta 2-0 di kandang. Pada Oktober, Italia kembali menang atas tuan rumah Armenia dengan skor 3-1, serta 3-1 pula kemudian atas tamunya Denmark.

Pada Maret 2013, Italia kembali menang 2-0 atas tuan rumah Malta, sebelum tiga bulan kemudian imbang 0-0 di kandang Ceko. Namun pada September, Azzurri meraih dua kemenangan penting di kandang, masing-masing 1-0 atas Bulgaria dan 2-1 atas Ceko.

Dua laga terakhir Italia hanya mencatatkan hasil imbang 2-2 di Denmark, serta 2-2 pula dengan tamunya Armenia. Namun hasil ini sudah tidak terlalu mempengaruhi Azzuri lagi sebagai pemuncak klasemen Grup B untuk lolos ke Brasil.

Pemain Bintang:

Sosok penuh kejutan sekaligus kontroversial, Mario Balotelli, bisa disebut sebagai satu nama yang bakal senantiasa menjadi sorotan di timnas Italia. Penampilannya di Euro 2012 lalu setidaknya bisa menggambarkan hal itu, di mana kemudian banyak beredar salah satu pose perayaan golnya yang sensasional itu.

Pemain keturunan Ghana yang lahir di Palermo pada 12 Agustus 1990 ini, mengawali kariernya di klub kecil Lumezzane sejak usia remaja sampai 2007 lalu. Sempat ikut uji coba masuk FC Barcelona namun gagal, Balotelli lantas bermain di Inter Milan, sebelum kemudian bergabung dengan Manchester City, hingga kini memperkuat AC Milan.

Tercatat sudah mencetak 26 gol di kompetisi domestik dalam 41 penampilannya untuk Milan sejak 2013 lalu, pemain berusia 23 tahun ini bahkan sudah memperkuat Italia sejak kategori U-21. Sementara untuk timnas senior Italia, Balotelli baru mengawali debutnya pada 2010 lalu, dengan pencapaian sejauh ini adalah 12 gol dari 29 penampilan.

Pelatih:

Cesare Claudio Prandelli, nama lengkapnya, adalah pelatih timnas Italia saat ini, dengan kiprah yang dinilai cukup baik. Mantan pemain lapangan tengah kelahiran Brescia pada 19 Agustus 1957 ini dulunya sempat lama di Juventus dan Atalanta sebagai pemain.

Atalanta jugalah kemudian yang menjadi tim pertama yang diasuh Prandelli pada 1990 lalu, yang dimulai dari tim usia mudanya. Berikutnya, catatan kepelatihan sosok berusia 56 tahun ini pun melibatkan sederet klub Serie A, mulai dari Lecce, Verona, Venezia, Parma, AS Roma, hingga Fiorentina.

Prandelli mengakhiri kiprahnya di Fiorentina ketika akhirnya resmi ditunjuk menjadi pelatih Italia pada akhir musim 2010, sebagai pengganti sosok kharismatik Marcello Lippi. Tugas berat langsung menantinya, setelah Italia (masih di bawah Lippi) pada PD 2010 mencatatkan hasil buruk.

Laga perdana Italia di mana Prandelli resmi menjadi pelatih pun tergolong negatif, yaitu kalah 0-1 di tangan Pantai Gading dalam pertandingan uji coba. Namun, perlahan-lahan Prandelli mulai bisa memperbaiki dan meningkatkan performa timnya, mulai dari ajang kualifikasi Euro 2012 hingga putaran finalnya, termasuk juga kemudian di kualifikasi PD 2014 lalu.

Skuad Italia:

Penjaga gawang: Buffon (Juventus), Perin (Genoa), Sirigu (Paris St. Germain).

Pemain belakang: Abate (Milan), Barzagli (Juventus), Bonucci (Juventus), Chiellini (Juventus), Darmian (Torino), De Sciglio (Milan), Paletta (Parma).

Pemain tengah: Aquilani (Fiorentina), Candreva (Lazio), De Rossi (Roma), Marchisio (Juventus), Thiago Motta (Paris Saint-Germain), Parolo (Parma), Pirlo (Juventus), Verratti (Paris Saint-Germain).

Pemain depan: Balotelli (Milan), Cassano (Parma), Cerci (Torino), Immobile (Torino), Insigne (Napoli).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026

Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:55 WIB

Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final

Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:37 WIB

Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026

Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:30 WIB

Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina

Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:23 WIB

Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar

Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:17 WIB

Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi

Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 14:52 WIB

4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa

4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 13:55 WIB

Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru

Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 13:17 WIB

Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan

Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 13:02 WIB

Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil

Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 12:55 WIB

×