Suara.com - Hari ini, 24 tahun yang lalu, Victor Moses lahir di Lagos, Nigeria. Victor Moses adalah winger klub Liga Premier Inggris Stoke City yang dipinjam dari Chelsea.
Sekilas, boleh dibilang tidak ada yang terlalu istimewa dari seorang Victor Moses. Baru mencetak satu gol dari 10 laga yang dilakoninya bersama Stoke City, Moses sudah harus menepi delapan minggu sejak akhir November lalu. Sebelumnya, meski sempat setahun merumput di Stamford Bridge bersama Chelsea, namanya tak pernah sebesar Eden Hazard, Andre Schurrle, apalagi Cesc Fabregas.
Namun, mungkin belum ada kisah pesepakbola yang sepilu kisah hidup Victor Moses. Moses adalah putra seorang pastor Nigeria. Ketika usianya baru 11 tahun, ayah dan ibunya tewas dalam kerusuhan besar yang pecah di Kaduna. Kala itu, Moses selamat dari pembantaian karena sedang pergi bermain bola. Sepulang main bola, Moses kecil mendapati kedua orang tua tercinta tewas bersimbah darah.
Moses lalu dilarikan ke London, Inggris, oleh pamannya. Di negeri barunya, Moses masuk sekolah menengah Stanley Technical High School dan bermain di Liga Tandridge bersama klub lokal Cosmos 90 FC. Adalah Crystal Palace, klub besar pertama yang melihat talenta Moses dan merekrutnya ke dalam akademinya.
Hanya tiga tahun setelah tragedi yang merenggut nyawa kedua orang tuanya, Moses tampil sebagai bintang muda lapangan hijau. Membela tim U-14 Palace dan tim sekolah Whitgift, Moses mencetak lebih dari 100 gol dan membantu Whitgift memenangi banyak kejuaraan sekolah.
Moses resmi masuk tim senior klub berjuluk The Eagles pada tahun 2007 dan terus menunjukkan perkembangannya dalam mengolah si kulit bundar. Tiga tahun membela Palace, Moses pindah ke Wigan Athletic, lalu beruntung jadi salah satu punggawa salah satu klub papan atas Inggris, Chelsea.
Memang, Moses tak terlalu bersinar di kompetisi liga. Namun, winger berkulit hitam ini sudah jadi langganan masuk tim nasional Inggris. Pemain bertinggi badan 177 sentimeter ini bermain untuk timnas Inggris U-16, U-17, U-19, dan U-21 dan mencetak 11 gol dalam kurun waktu tahun 2005 hingga 2010.
Pada tahun 2011, Moses membuat keputusan besar. Ia memilih Nigeria, tanah kelahirannya, sebagai negara yang ia bela di level internasional. Moses berhasil membawa tim berjuluk The Super Eagles mengangkat trofi Piala Afrika 2013.