Suara.com - Jerome Champagne keluar dari pencalonan presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) karena kurangnya dukungan kepada dirinya. Kegagalan Champagne menjadi kandidat presiden FIFA dipastikan setelah hanya didukung tiga asosiasi. Sementara persyaratan pencalonan harus didukung minimal lima asosiasi.
"Dengan menyesal saya mengumumkan bahwa saya tidak mendapat minimal lima surat dukungan yang dibutuhkan untuk pencalonan presiden FIFA pada 29 Mei mendatang," ujar Champagne, Senin (2/2/2015).
Champagne yang merupakan mantan pejabat FIFA, mengatakan ada banyak alasan mengapa sejumlah federasi tidak mendukungnya. Dia menyebut ada upaya untuk menyingkirkan dirinya.
"Institusi ini telah memobilisasi untuk menyingkirkan satu-satunya kandidat independen," kata Champagne.
Dia mengakui dirinya kecewa karena gagal memenuhi persyaratan untuk menjadi kandidat presiden FIFA. Namun dia tidak merasa sakit hati.
"Meski kecewa, saya tidak merasa sakit hati karena saya tahu bagaimana struktur piramida sepak bola bekerja," tandasnya.
Sepp Blatter yang telah menjabat sebagai presiden FIFA sejak 1998, masih menjadi kandidat terkuat untuk kembali terpilih sebagai orang nomor satu di FIFA. Jika kembali terpilih, Blatter akan memimpin FIFA untuk kelima kalinya.
Blatter akan ditantang Pangeran Ali Bin Al-Hussein dari Jordania, mantan pemain Portugal Luis Figo dan Ketua Sepak Bola Belanda Michael van Praag. Sebelumnya, kandidat lainnya David Ginola mundur dari pencalonan presiden FIFA karena tidak dapat memenuhi persyaratan dukungan dari lima asosiasi. (Reuters)