Djohar Arifin: Reformasi PSSI Harus Dilakukan di Semua Bidang

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Minggu, 15 Februari 2015 | 15:54 WIB
Djohar Arifin: Reformasi PSSI Harus Dilakukan di Semua Bidang
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin saat menghadiri Kongres Biasa Asprov PSSI Sumut di Medan. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Suara.com - Ketua Umum PSSI DJohar Arifin mengatakan, reformasi PSSI menjadi salah satu agenda penting yang dibahas pada Kongres PSSI Papua di Jayapura. Menurutnya pula, alasan PSSI Papua menjadi perhatian, mengingat potensi sepakbola Papua cukup besar untuk mengangkat peringkat bola Indonesia di tingkat dunia.

"Saya sangat perlu menghadiri Kongres PSSI Papua, mengigat potensi Papua dalam sepakbola lebih dari daerah lain, sehingga bisa berdiskusi untuk mengetahui lebih banyak bagaimana perkembangan PSSI saat ini," ujar Djohar, baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, Djohar juga menjelaskan amanah reformasi sepakbola Indonesia, di mana organisasi PSSI seperti Asprov diberikan hak mengelola secara penuh sepakbola di daerah. Hal ini menurutnya berbeda dengan masa lalu, di mana Pengprov hanya merupakan perpanjangan tangan PSSI di daerah.

"Selain reformasi organisasi PSSI, juga reformasi dalam kompetisi sepakbola Indonesia, di mana jenjang konpetisi dulu sampai lima yakni Kompetisi 1, 2, 3, Divisi Utama dan Liga, namun sekarang hanya tiga yakni Liga (LSI), Divisi Utama dan Divisi Nusantara. Dengan demikian, gairah persepakbolaan diharapkan akan semakin baik," terangnya.

Sedangkan untuk timnas, menurut Djohar, PSSI juga tidak fokus pada level senior, tetapi juga mulai dari jenjang umur 14, 16, 18, 21, hingga U-23 dan senior. Hal itu menurutnya memerlukan anggaran yang besar.

"Kita berusaha mencari dana. Prestasi mahal dan tidak instan. Kita bersyukur, meskipun butuh dana besar, namun didapatkan melebihi dari yang kita butuhkan, sehingga tidak membutuhkan dana-dana dari pemerintah. Malah kita surplus dua tahun terakhir, (di) 2013 dan 2014,” tuturnya.

Selain pemain, PSSI menurut Djohar, juga melakukan peningkatan SDM lainnya, terutama wasit dan pelatih. Dalam perekrutan pelatih dari FIFA, lembaga itu menurutnya memberikan beberapa nama, lalu diteliti dan diseleksi, kemudian yang terbaiklah yang diambil. Begitu juga untuk Direktur Teknik, PSSI pun meminta ke FIFA, yang lantas dikirimkan enam nama sebelum dipilih salah satunya satu yakni Pieter Huistra.

"Sekarang saya bawa dia (Pieter Huistra) ke Papua ini, agar dapat melihat dari dekat bagaimana kondisi sepakbola Papua dan potensi Papua. Tadi sudah keliling lapangan dan mendapatkan banyak informasi," ujar Djohar pula.

Namun, Djohar menekankan bahwa masalah dalam sepakbola Indonesia bukan baru kali ini saja, tetapi sudah ada sejak era 60-an. Makanya menurutnya, sepakbola Indonesia sebentar bagus sebentar hilang.

"Kenapa terjadi demikian? Ternyata selama ini kita tidak punya pondasi yang benar. Pondasi inilah yang hendak diperbaiki dengan memperbanyak pelatih, sehingga anak-anak mendapat banyak ilmu bagaimana berlari, menendang, dan bermain bola dengan benar. Ini yang kita kejar,” katanya.

Menurutnya pula, perlakuan seperti inilah yang dilakukan negara-negara maju. Sementara di Indonesia, meski sudah terlambat, tetapi Djohar menegaskan tidak ada kata menyerah, layaknya Jepang dan Korea Selatan yang lantas juga ditiru oleh Thailand.

"Inilah yang kita kejar, sehingga kita (nantinya) maju. Nanti kita punya sentra-sentra di setiap wilayah. Anak-anak terbaik mulai umur 14, 16 dan 18 dari Papua akan kita masukkan, dan itu proyek PSSI. Juga ada di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Jawa. Nanti sentra-sentra yang menyiapkan pemain dan kontrol dari tenaga teknik, sehingga (saat) persiapan untuk senior panen pemain. Di sinilah akan terlihat persaingan ketat anak-anak yang bagus akan masuk di dalam, sampai ke timnas," bebernya.

Djohar menjelaskan, jika ini bisa dikerjakan dalam 5-6 tahun, diharapkan akan membuahkan hasil yang baik. Karena itu menurutnya, PSSI membutuhkan  dukungan semua pihak terutama pemerintah, dalam membantu dukungan infrastruktur dengan membangun lapangan-lapangan standar bagi setiap provinsi dan kabupaten/kota, sehingga pemain bisa bermain secara baik.

"Untuk passing, menendang jauh ke atas, ya, kalau lapangan gundul, tidak rata, mereka tidak bisa menendang dengan baik. Jadi reformasi sepakbola harus dilakukan dalam semua bidang, guna mencapai prestasi yang baik di kemudian hari," pungkasnya. [Lidya Salmah]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Djohar Kenapa PSSI Menolak Penundaan Dimulainya LSI

Ini Alasan Djohar Kenapa PSSI Menolak Penundaan Dimulainya LSI

Bola | Minggu, 15 Februari 2015 | 14:59 WIB

Timnas Indonesia U-23 Ditaklukkan Suriah

Timnas Indonesia U-23 Ditaklukkan Suriah

Bola | Sabtu, 14 Februari 2015 | 20:44 WIB

Persipura Tolak Usulan Penundaan ISL 2015

Persipura Tolak Usulan Penundaan ISL 2015

Bola | Sabtu, 14 Februari 2015 | 20:09 WIB

Puluhan Pemain Papua akan Dipromosikan ke Eropa

Puluhan Pemain Papua akan Dipromosikan ke Eropa

Bola | Sabtu, 14 Februari 2015 | 13:45 WIB

Terkini

BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah

BRI Super League: Menang 2-1 Atas Bhayangkara FC, Persis Terus Jauhi Zona Merah

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 23:04 WIB

Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai

Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga ke Pemain Dewa UnitedBerujung Damai

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:53 WIB

Bojan Hodak Minta Pemain Persib Bandung Jangan Panik, Kenapa?

Bojan Hodak Minta Pemain Persib Bandung Jangan Panik, Kenapa?

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:49 WIB

Gelar Juara Mulai Goyang, Umuh Muchtar Wanti-wanti Persib Bandung

Gelar Juara Mulai Goyang, Umuh Muchtar Wanti-wanti Persib Bandung

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:46 WIB

Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:05 WIB

Teror Bobotoh Menanti, Gustavo Franca Pastikan Arema FC Siap Tantang Persib di GBLA

Teror Bobotoh Menanti, Gustavo Franca Pastikan Arema FC Siap Tantang Persib di GBLA

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 21:55 WIB

Persib Bandung Pantang Tersandung! Pesan Umuh Muchtar Jelang Lawan Arema FC

Persib Bandung Pantang Tersandung! Pesan Umuh Muchtar Jelang Lawan Arema FC

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 20:50 WIB

Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas

Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 20:13 WIB

Kevin Diks Marah ke Fans Bola Indonesia, Kenapa?

Kevin Diks Marah ke Fans Bola Indonesia, Kenapa?

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 19:50 WIB

Justin Hubner Pergi, Wolverhampton Wanderers Tersingkir dari Kasta Teratas Liga Inggris

Justin Hubner Pergi, Wolverhampton Wanderers Tersingkir dari Kasta Teratas Liga Inggris

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 18:23 WIB