Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dikabarkan sudah tidak jadi membeli saham di PT Persija Jakarta.
Padahal sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan jika klub sepakbola berjuluk Macan Kemayoran itu akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, tepatnya melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro), apabila sudah cukup besar untuk memegang saham ini.
Soal tidak jadinya Pemprov DKI membeli saham Persija, Ahok pun menyebutkan alasannya. Dia mengatakan bahwa Persija ternyata sudah terlanjur punya banyak hutang.
"Enggak, kita gak jadi beli. Kita (sebelumnya) minta dari Jakpro (yang mengelola). Kayaknya enggak bisa beli. Utangnya banyak," tegas Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/5/2015).
Sebelumnya, Ahok bahkan sudah mewacanakan bahwa jika PT Persija telah diambil alih, maka nantinya Pemprov akan melakukan perombakan besar-besaran, agar dari segi prestasi dapat mencuat.
"Kita bangun nanti," kata Ahok, beberapa waktu lalu.
Jika dinilai sudah mampu, Ahok saat itu menyebut akan melakukan pembicaraan dengan pihak PT Jakpro agar Pemprov memperoleh sebagian saham di Persija.
"Makanya komisaris utamanya Pak Boyke. Kita mau suruh dia urus Persija," ujarnya.
Menurut Ahok pula, sebelumnya pihak manajemen Persija mengklaim tidak ada saham Pemprov DKI Jakarta, sehingga tidak termasuk dalam saham milik BUMD. Akuisisi ini diperkirakan terjadi saat perubahan Persija menjadi perusahaan.
"Kenapa sih Persija dulu gak dikuasai BUMD semua? Orang Persija dulu punya kami kok. Kenapa kasih per orangan gitu (sahamnya)?" tutup Ahok.