Suara.com - Pelatih Arema Cronus, Milomir Sislija, menyebut karakter sepakbola Indonesia memiliki kemiripan dengan Liga Inggris. Diantara kemiripan yang dilihatnya adalah permainan keras dan fanatisme suporter yang telah menjadi "budaya" sepakbola Inggris.
"Seperti inilah sepak bola, ada kontroversi, pelanggaran keras, drama dan gol cantik, ini baru final," kata Milomir usai pertandingan final Bhayangkara Cup 2016 melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (3/4/2016).
Lebih lanjut, Milomir memuji performa timnya yang tampil percaya diri melawan "raksasa" Jawa Barat tersebut. "Saat ini menurut saya Arema adalah klub dengan komposisi terbaik di Indonesia," katanya.
Arema Cronus keluar sebagai juara Bhayangkara Cup 2016 setelah di partai puncak mengalahkan Persib, 2-0. Pertandingan berjalan ketat sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Kedua tim tampak tak ragu mengumbar jual beli serangan dalam pertandingan yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo ini. Namun, hingga babak pertama usai, tak ada gol yang tercipta.
Arema memecah kebuntuan di menit ke-58 lewat gol yang dilesakkan Raphael Maitimo. Dan keputusan Milomir memasukkan Sunarto menggantikan Srdan Lopicic berakhir positif. sunarto-lah yang menggandakan keunggulan Arema di menit ke-84. (Antara)