Bermodal Rekor Clean Sheet, Qatar Pede Hadapi Jepang di Final Piala Asia

Rully Fauzi
Bermodal Rekor Clean Sheet, Qatar Pede Hadapi Jepang di Final Piala Asia
Pelatih Timnas Qatar, Felix Sanchez. [Khaled DESOUKI / AFP]

Qatar akan bentrok dengan Jepang pada partai puncak Piala Asia 2019 yang akan dihelat Jumat (1/2/2019) malam WIB.

Suara.com - Pelatih Timnas Qatar, Felix Sanchez mengatakan jika rekor enam pertandingan tanpa kebobolan di Piala Asia 2019 sebelum laga final menjadi modal utama pasukannya untuk menghadapi partai puncak.

Qatar mengalahkan tim tuan rumah Uni Emirat Arab 4-0 pada laga semifinal, Selasa (29/1/2019) malam. Walaupun diwarnai dengan insiden pelemparan dari penonton tuan rumah, pelatih asal Spanyol itu lebih memilih fokus ke hal positif.

Sanchez memang telah berhasil membangun sebuah tim yang mampu melaju jauh dari tim Qatar terdahulu di level Asia.

Pertandingan final Piala Asia 2019 sendiri akan mempertemukan Qatar dengan Jepang di ZSC Stadium, Abu Dhabi pada Jumat (1/2/2019) malam WIB.

Well, terkait rekor kebobolan, Korea Selatan memegang rekor sebelumnya dengan lima clean sheet di Piala Asia 2019 yang diikuti 16 tim, dan hanya kebobolan di final melawan Australia.

"Saya sangat senang untuk negara ini karena mereka telah bekerja sangat keras untuk membuat tim yang kompetitif. Semua negara mengikuti target yang sama dan tentu saja hasilnya bisa dilihat di turnamen ini, yang memberikan kita bukti bahwa dengan kerja keras dan organisasi yang bagus, kita bisa mendapatkan hasil yang bagus," celoteh Sanchez mengutip Reuters.

"Kami sedang bekerja sangat keras dan kami sangat bangga serta senang, mengetahui apa yang kami butuhkan untuk mulai mempersiapkan pertandingan terakhir (melawan Jepang), yang mana sangat penting," imbuh eks pelatih tim muda Barcelona itu.

"Di enam pertandingan Piala Asia ini, dari fase grup sampai semifinal, kami tidak kebobolan satu gol pun. Ini sangat penting dan salah satu kunci utama mengapa kami bisa lolos ke final. Dan ini yang membuat kami sangat percaya diri untuk menghadapi Jepang di final," kata Sanchez.

"Namun bagaimanpun Jepang adalah tim hebat . Kami tahu kami harus menampilkan permainan yang sangat bagus jika ingin menang melawan mereka," tandas pelatih berusia 43 tahun bernama lengkap Felix Sanchez Bas tersebut.

Komentar

loading...
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS