Lawan Borneo FC, Pelatih PSS Sleman Berharap Kehadiran Suporter

Rauhanda Riyantama
Lawan Borneo FC, Pelatih PSS Sleman Berharap Kehadiran Suporter
Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro (kanan), saat menghadiri konferensi pers di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (7/3/2019). (Bolatimes.com/Irwan Febri Rialdi)

Seto Nurdiantoro menginginkan suporter fanatik Super Elja, Birgata Curva Sud (BCS) kembali hadir memenuhi stadion untuk memberikan dukungan.

Suara.com - PSS Sleman akan kembali berlaga dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup D Piala Presiden 2019 melawan Borneo FC di Stadio Maguwoharjo, Yogyakarta pada Jumat (8/3/2019) pukul 18:30 WIB. Laga ini pun menjadi laga penentu bagi skuat Super Elang Jawa untuk menentukan nasib mereka di Piala Presiden 2019.

Andai PSS Sleman mendapat hasil kalah atau seri, Bagus Nirwanto dan kawan-kawan bakal gagal lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2019. Maka dari itulah mereka membutuhkan kemenangan ketika berhadapan dengan Borneo FC.

Untuk mewujudkan itu, Seto Nurdiantoro pun berharap suporter PSS Sleman, Birgata Curva Sud (BCS) kembali hadir memadati stadion Maguwoharjo untuk memberikan dukungan kepada skuat Super Elang Jawa.

Tanpa adanya penonton, Seto mengaku hal itu memberikan pengaruh kepada timnya. Itulah yang dirasakan ketika PSS berhadapan dengan Madura United di laga pertama.

Koreografi Brigata Curva Sud Suporter PSS Sleman (Stephanus Aranditio/Bolatimes.com)
Koreografi Brigata Curva Sud Suporter PSS Sleman. (Stephanus Aranditio/Bolatimes.com)

"Pada laga kemarin, kami tim pelatih mengingatkan pemain tetap wajib fokus bermain tanpa atau dengan penonton, walau secara psikis ada sedikit pengaruh kepada kami," kata Seto Nurdiantoro dikutip dari laman resmi PSS Sleman.

"Mereka memiliki alasan yang kuat harapan kami dari tim cepat selesai jangan berlarut-larut. Kami hargai setiap keputusan dari suporter, manajemen dan PT PSS. Harapan kami, untuk ke depannya semua berjalan lancar dan menjadi introspeksi masing-masing," sambungnya.

Ya, memang sebelumnya BCS melakukan aksi boikot pada laga melawan Madura United karena kecewa dengan PT Putra Sleman Sembada (PSS). Mereka mengajukan delapan tuntutan yang harus dipenuhi PT PSS, mulai dari program pembinaan, Marketing & Bussines Development, mess pemain, hingga lapangan latihan.

Namun, baru-baru ini dikabarkan bahwa pihak PSS Sleman dengan pihak BCS dikabarkan sudah mengadadakan pertemuan untuk membahas delapan tuntutan tersebut.

Hasilnya, dilaporkan bahwa pihak BCS sepakat mengakhiri aksi boikotnya setelah mereka menyetujui langkah-langkah yang akan diambil PT PSS terkait delapan tuntutan BCS tersebut.

Bolatimes/Andiarsa Nata

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS