Dihabisi Liverpool 0-4, Rodgers: Leicester Tak Boleh Larut dalam Kesedihan

Rully Fauzi
Dihabisi Liverpool 0-4, Rodgers: Leicester Tak Boleh Larut dalam Kesedihan
Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers (kanan) menjabat tangan bek sentral Caglar Soyuncu usai laga Liga Inggris 2019/2020. [Oli SCARFF / AFP]

Brendan Rodgers meminta para pemain Leicester City untuk segera move on.

Suara.com - Manajer Leicester City, Brendan Rodgers meminta para pemainnya untuk tak larut dalam kesedihan dan segera move on, usai dipermak sang tamu, Liverpool 0-4 dalam laga Boxing Day Liga Inggris 2019/2020 di King Power Stadium, Jumat (27/12/2019) dini hari WIB.

Dengan kekalahan ini, Leicester pun tertahan di peringkat kedua klasemen, dan kini terpaut 13 poin dari Liverpool yang kukuh bertengger di puncak. Selain itu, Liverpool juga masih punya tabungan satu laga tunda.

Lebih dari itu, posisi Leicester juga terancam digusur oleh Manchester City yang baru memainkan laga Boxing Day mereka melawan Wolves, Sabtu (28/12/2019) dini hari WIB nanti.

Leicester sendiri kini sudah gagal menang dalam tiga laga pamungkas mereka di pentas Liga Inggris 2019/2020.

Usai ditahan imbang tim papan bawah Norwich City 1-1 di kandang, Leicester kemudian dipermalukan 1-3 saat sowan ke markas Man City akhir pekan lalu.

Teranyar, Jamie Vardy dan kolega dicukur Liverpool 0-4 di King Power Stadium, dalam laga yang benar-benar didominasi tim tamu sejak awal.

"Kedua pertandingan terakhir (lawan Man City dan Liverpool) jelas jadi pelajaran untuk kami. Namun, kami pastinya tidak boleh sedih terlalu lama," buka Rodgers seperti dimuat laman resmi Leicester.

"Kami harus segera move on, sebab kami hanya punya waktu dua hari untuk sebelum bertanding di laga selanjutanya. Kami akan melakukan perjalanan ke London untuk laga tandang melawan West Ham, yang mana laga itu juga bakal sulit," celoteh pelatih berusia 46 tahun itu.

Leicester praktis memang hanya punya waktu istirahat sangat sempit sebelum melakoni laga pekan ke-20 kontra tuan rumah West Ham United di London Stadium, Minggu (29/12/2019) dini hari WIB.

Diakui Rodgers, timnya memang minim kualitas di laga kontra Liverpool dan banyak membiarkan lawan merebut bola, terutama pada babak pertama.

"Ketika hal itu terjadi melawan tim bagus, sama saja mengundang tekanan. Tapi, peluang masih ada ketika memasuki babak kedua kami hanya tertinggal 0-1," Rodgers.

"Kami mulai membangun momentum, tapi kemudian penalti itu terjadi dan skor menjadi 0-2. Segalanya menjadi sulit, lantas mereka memperlihatkan kekuatan dan kualitasnya," kilah pelatih yang pernah membesut Liverpool pada 2012-2015 itu.

Leicester memang berada di bawah tekanan penuh dari Liverpool sepanjang babak pertama, namun hanya tertinggal 0-1 saat half-time. Gol tim tamu dicetak Roberto Firmino pada menit ke-31.

Masuknya Marc Albrighton pada menit ke-60 sempat sedikit mengubah keadaan untuk Leicester, namun bek sentral Caglar Soyuncu divonis wasit sengaja menyentuh bola dengan tangannya, yang berbuah penalti untuk Liverpool pada menit ke-70.

Pemain pengganti James Milner lantas mencetak gol untuk Liverpool dari titik putih, yang disusul dua gol susulan The Reds --julukan Liverpool-- hanya dalam tempo tujuh menit, yang dilesakkan Firmino dan Trent Alexander-Arnold.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS