Corona Guncang Ekonomi Dunia, Gaji Pemain Premier League Disunat 50 Persen

Syaiful Rachman
Corona Guncang Ekonomi Dunia, Gaji Pemain Premier League Disunat 50 Persen
Para pemain Manchester City merayakan sukses mereka mengangkat trofi Premier League setelah mengalahkan Brighton and Hove Albion 4-1` di American Express Community Stadium. Glyn KIRK / AFP

Pandemi COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Suara.com - Pandemi COVID-19 telah menguncang ekonomi dunia. Tidak terkecuali industri sepak bola. Di Eropa, industri sepak bola bak mati suri. Semua kompetisi dihentikan, bukan hanya domestik tapi juga kompetisi sekelas Liga Europa, Liga Champions dan Piala Eropa.

Premier League (Liga Premier Inggris), yang sebelum 'badai' virus corona, menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Inggris juga tak luput dari musibah. Dihentikannya kompetisi hingga 30 April 2020, dan masih ada kemungkinan kompetisi disudahi, membuat napas klub peserta tersengal.

Bagaimana tidak, mereka kehilangan hampir 90 persen pemasukan rutin mereka. Di sisi lain, gaji pemain, pelatih dan karyawan klub tetap harus dibayar per bulannya, atau mungkin per pekan.

Sebagaimana kita ketahui, Gaji pemain sepak bola di Eropa sangat fantastis. Sehingga setiap klub kini dihadapkan pada masalah lebih besar pasak daripada tiang, atau pengeluaran lebih besar ketimbangan pemasukan yang nyaris zero.

Penampakan sejumlah peti jenazah korban virus corona di Gereja Serina, dekat Bergamo, wilayah bagian utara Italia. (Foto: AFP)
Penampakan sejumlah peti jenazah korban virus corona di Gereja Serina, dekat Bergamo, wilayah bagian utara Italia. (Foto: AFP)

Klub-klub peserta Liga Premier pun kini tengah memutar otak. Dilansir the Telegraph, klub-klub tersebut kini dihadapkan pilihan pahit, yaitu memangkas gaji para pemain mereka hingga 50 persen.

Wacana pemangkasan separuh gaji para pemain di Liga Premier Inggris itu akan dibahas dalam sebuah pertemuan yang akan digelar pada 3 April mendatang.

Kabarnya, klub-klub di Eropa juga tertarik untuk memplagiat rencana Liga Premier. Kebijakan tersebut dirasa akan sangat penting bagi keberlangsung klub-klub La Liga, Serie-A dan Bundesliga untuk mencoba bertahan di tengah badai ekonomi dunia, dampak dari pandemi COVID-19 yang sudah menjangkiti lebih dari 400 ribu orang di seluruh dunia.

Menurut data WHO, Kamis (26/3/2020), kasus virus corona yang terjadi di 196 negara telah mencapai 416.686 orang. Dengan korban meninggal dunia di angka 18.589.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS