Suara.com - Tahun 2020 merupakan tahun yang emosional bagi Real Madrid. Kegembiraan, kesedihan dan konflik mewarnai perjalanan Los Blancos besutan Zinedine Zidane.
Namun yang patut diacungi jempol, kenyataannya adalah Zidane dengan semua keterbatasannya, mampu membawa anak-anak asuhnya melalui semua peristiwa dalam 365 hari terakhir.
Peristiwa yang membuat Madridistas-- suporter setia Real Madrid-- menderita, gembira dan marah.
Dua gelar diraih Zidane di tahun 2020, tahun di mana dunia di landa pandemi COVID-19. Mereka memang gagal di Liga Champions, akan tetapi trofi Piala Super Spanyol (Supercopa de Espana) dan gelar La Liga yang mereka rebut dari Barcelona merupakan berkah tak ternilai.

Supercopa de Espana
Tahun ini tidak dimulai dengan buruk bagi Real Madrid. Los Blancos merebut trofi pertama tahun ini dalam bentuk Supercopa de Espana.
Setelah semifinal yang mengesankan melawan Valencia, Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid melalui adu penalti, yang hanya bisa mereka lakukan karena umpan pintar Fede Valverde melawan Alvaro Morata.
Meski tanpa Eden Hazard dan Karim Benzema, tim asuhan Zinedine Zidane mengklaim kemenangan besar.
Segalanya berjalan baik dari sana, tetapi kampanye Liga Champions berubah suram dengan diusirnya Sergio Ramos melawan Manchester City, yang membuat tim asuhan Pep Guardiola kembali untuk menjatuhkan mereka dari Eropa.
Dengan COVID-19 di depan mata, Los Blancos mengalahkan Barcelona di pertandingan terakhir yang dimainkan di Estadio Santiago Bernabeu, yang membuat mereka unggul di LaLiga Santander.
![Gelandang Real Madrid Martin Odegaard coba mempertahankan bola dari para pemain Shakhtar Donetsk di laga Grup B Liga Champions di Olimpiyskiy stadium, 1 Desember 2020. [Sergei SUPINSKY / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/08/54994-gelandang-real-madrid-martin-odegaard.jpg)
Masa-masa Sulit Pasca Lockdown
Setelah lockdown, Real Madrid merangkai sepuluh kemenangan beruntun dan kemudian memenangkan gelar La Liga.
Meski demikian, di bursa transfer musim panas Real Madrid memutuskan untuk tidak melakukan belanja pemain. Kenyataan yang sulit namun diterima dengan lapang dada oleh pelatih Zinedine Zidane.
Real Madrid menarik kembali Martin Odegaard dari masa peminjamannya di Real Sociedad. Alhasil, mereka mengalami kesulitan di sepanjang musim 2020/21.
Bahkan Real Madrid nyaris gagal di fase grup Liga Champions, meski akhirnya mereka mampu bangkit di laga terakhir dan mengantongi tiket babak 16 besar.

Tutup Tahun 2020 dengan Hasil Kurang Memuaskan dan Tertahan di Posisi Dua
Hasil tidak memuaskan diraih Real Madrid di laga penutup tahun 2020. Melakoni laga tandang ke markas Elche, Los Blancos hanya mampu bermain imbang 1-1.
Tambahan satu poin tentunya merugikan Real Madrid di tengah persaingan ketat di papan atas dengan rival sekota, Atletico.
Namun nasi sudah menjadi bubur, Madrid menutup tahun 2020 di posisi dua dengan koleksi 32 poin.
Tertinggal tiga poin dari Atletico Madrid yang kokoh di puncak klasemen sementara La Liga dengan 35 poin.
![Winger Real Madrid, Eden Hazard meninggalkan lapangan usai mengalami cedera pada laga Liga Spanyol 2020/2021 kontra Alaves di Estadio Alfredo Di Stefano, Madrid, Minggu (29/11/2020) dini hari WIB. [PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/01/60102-real-madrid-eden-hazard.jpg)
Resolusi 2021, Merebut Puncak Klasemen dari Atletico
Kini, 2020 telah berlalu dan armada Zinedine Zidane siap menyambut persaingan di tahun 2021. Di awal tahun, badai cedera pemain sudah mereda dan hal ini merupakan keuntungan besar bagi Zidane.
Hingga laga kontra Elche, tercatat hanya Rodrygo Goes yang masih mendapat perawatan akibat cedera hamstring.
Sementara Luka Modric dan Eden Hazard sudah siap membantu sang entrenador meraup poin di pertandingan mendatang.
Modric bahkan mencetak gol di laga kontra Elche. Sementara Hazard, kebugarannya terus meningkat.
Di jornada 18 La Liga, Real Madrid akan mengawali tahun ini dengan laga kandang. Mereka akan menjamu Celta Vigo di Estadio Alfredo Di Stefano pada 3 Januari mendatang.
